Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Nasdem Usul Presidential Threshold Turun Jadi 15 Persen 

Senin 26 Oct 2020 07:26 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Politikus Partai Nasdem Saan Mustopa

Politikus Partai Nasdem Saan Mustopa

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Usulan ini berkaca pada dua kali pilpres yang hanya diikuti dua calon.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus Partai Nasdem Saan Mustopa mengatakan partainya mengusulkan agar ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) pada pilpres 2024 mendatang diturunkan menjadi 15 persen. Usulan ini berkaca pada pengalaman dua kali pemilihan presiden (pilpres), yakni 2014 dan 2019, yang hanya diikuti dua calon menyisakan polarisasi di masyarakat sampai saat ini. 

"Nasdem sendiri bersikap untuk menurunkan ambang batas pencalonan presiden, jadi tidak lagi 20 persen parlemen, 25 persen suara, tapi kita turunkan walaupun kita masih minta turunkan sampai 15 persen," kata Saan dalam sebuah diskusi, Ahad (25/10).

Saan mengatakan, alasan Partai Nasdem ingin presidential threshold 15 persen agar calon presiden yang berkompetisi ada lebih dari dua pasangan calon. Ia berharap pengalaman di dua pilpres sebelumnya bisa menjadi bahan evaluasi.

Baca Juga

"Karena polarisasinya sudah sangat mengkhawatirkan, tentu juga itu mengancam tadi, terhadap keberagaman, karena menguatnya politik identitas dan sebagainya," ujarnya.

Tidak hanya Partai Nasdem yang menginginkan agar presidential threshold turun. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga mengusulkan agar ambang batas pencalonan presiden turun hingga angka 4 persen.

"Mentok di 10 persen. Kalau di 10 persen kita entry to barrier-nya akan kecil. Kita akan punya lima mungkin ya, bisa tiga sampai lima pasangan calon," kata Mardani acara diskusi yang sama. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA