Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Ibu Hamil di Sumbar Harus Isolasi 14 Hari Sebelum Melahirkan

Senin 26 Oct 2020 00:18 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Andi Nur Aminah

Ibu hamil (Ilustrasi)

Ibu hamil (Ilustrasi)

Foto: Pixabay
Ibu hamil menggunakan fasilitas karantina di nagari, desa, kelurahan yang ada.

REPUBLIKA.CO.ID,

PADANG-- Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno mengeluarkan instruksi kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas yang ada di Sumbar supaya melakukan skrining terhadap ibu hamil di H-14 sebelum melahirkan. Skrining ini dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 terhadap ibu hamil dan bayi yang akan lahir.

"Berdasarkan pedoman antenatal, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir di era adaptasi kebiasaan baru, disampaikan bahwa melakukan skrining pada H-14 sebelum taksiran persalinan. Salah satunya dengan melakukan tes swab untuk menentukan status covid-19," tulis Irwan melalui salinan surat instruksi untuk Kadinkes dan Kepala Puskesmas, yang diterima Republika, Ahad (25/10).

Baca Juga

Irwan menyebut Dinkes, Puskesmas termasuk ibu hamil harus mengurangi risiko penularan covid dengan melakukan isolasi mandiri. Yakni selama 14 hari sebelum taksiran persalinan atau sebelum tanda persalinan.

Irwan mempersilakan ibu hamil menggunakan fasilitas karantina di nagari, desa, kelurahan, RT RW bila isolasi mandiri di rumah tidak dapat dilakukan. Irwan tidak ingin ibu hamil dan janin yang akan lahir sudah turut terpapar Covid-19. Sebab ibu hamil/melahirkan dan bayi yang baru lahir cukup rentan bila terpapar covid karena belum memiliki imunitas yang kuat melawan covid-19.

Kasus positif Covid-19 di Sumbar hingga hari ini tercatat sebanyak 12.786 orang. Hari ini ada penambahan positif sebanyak 359 orang. Dari total kasus positif di Sumbar, yang masih diirawat di berbagai rumah sakit 522 orang, isolasi mandiri 4.241 orang, isolasi daerah 218 orang, isolasi BPSDM 58 orang, isolasi PPSDM 90 orang, meninggal dunia 235 orang dan sudah sembuh 7.422 orang.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA