Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Difabel Didorong Inovatif dalam Tekuni Dunia Usaha

Senin 26 Oct 2020 00:21 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Muhammad Fakhruddin

Difabel Didorong Inovatif dalam Tekuni Dunia Usaha (ilustrasi).

Difabel Didorong Inovatif dalam Tekuni Dunia Usaha (ilustrasi).

Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO
Promosi melalui media online saat ini dapat dilakukan dengan mudah.

REPUBLIKA.CO.ID,DYOGYAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) DIY mendorong difabel untuk inovatif dalam menekuni dunia usaha. Hal ini dilakukan melalui pembinaan kepada difabel binaan Baznas yaitu Difabel Karya Mandiri (DKM), Ahad (25/10).

Ada 15 difabel binaan yang memiliki berbagai usaha. Mulai dari pelaku usaha makanan ringan, madu, telur asin hingga terapis.

Ketua Baznas DIY, Bambang Sutiyoso mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak kepada penghasilan difabel. Sehingga, perlu adanya inovasi agar bertahan di tengah pandemi saat ini.

"Karena itu Baznas DIY terus memberikan motivasi dan dukungan modal untuk usaha mereka (difabel binaan). Terus semangat dalam berwirausaha, karena pintu rahmat, pintu rezeki dan pintu kemudahan jauh lebih terbuka dari hambatan–hambatan yang ada," kata Bambang dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (25/10).

Wakil Ketua Bidang SDM, Administrasi dan ITCM Baznas DIY, Juni Al-Jundi mengatakan, dalam membangun usaha harus dilakukan tiga M. Yaitu motivasi, menemukan/memulai dan mengembangkan.

"Motivasi, orang berusaha karena sebagai muslim harus berguna untuk diri sendiri dan orang lain. Islam agama yang sangat memperhatikan generasi penerus, jangan lemah agama dan ekonominya," kata Juni yang juga merupakan pembina DKM.

Sementara itu, dalam menemukan/memulai ada ide untuk menggerakkan sebuah usaha. Menurutnya, seorang yang akan berkecimpung di dunia usaha dapat mencari informasi kecenderungan produk saat ini dan membuat inovasi terhadap usaha yang akan dijalankan.

"Terus cari informasi apa yang sedang trend atau produk apa yang paling laku, tetapi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan terukur. Kalau orang lain bisa, saya pun bisa. Kalau orang lain bisa sukses, saya pun bisa sukses," ujarnya.

Selain itu, dalam mengembangkan usaha dapat dilakukan dengan cara promosi dan memperluas jaringan. Ia menyebut, promosi melalui media online saat ini dapat dilakukan dengan mudah dan menjangkau masyarakat luas.

"Saat ini juga banyak aplikasi yang sangat membantu untuk teman-teman difabel ini. Misalnya dengan mencantumkan lokasi usaha melalui google maps dan media sosial," jelasnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 
 

TERPOPULER