Saturday, 12 Ramadhan 1442 / 24 April 2021

Saturday, 12 Ramadhan 1442 / 24 April 2021

Sandiaga Uno Luncurkan OK OCE Beauty

Senin 26 Oct 2020 05:41 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Pendiri OK OCE, Sandiaga Salahuddin Uno.

Pendiri OK OCE, Sandiaga Salahuddin Uno.

Foto: @sandiuno
OK OCE Beauty program kerja sama OKE OCE Indonesia dan PT Bluepin Indonesia Perkasa.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Data dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menunjukkan, tercatat total konsumsi masyarakat untuk produk komestik di Indonesia pada 2019 mencapai 6,03 miliar dolar AS atau sekitar Rp 88,7 triliun. Fakta itu jelas merupakan potensi pangsa pasar menjanjikan.

Dalam siaran pers, Ahad (25/10), founder OK OCE, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan, ada dua sisi terkait konsumsi kosmetik masyarakat Indonesia. Hal itu menandakan adanya peluang bisnis yang terbuka luas dan penciptaan lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran pada masa pandemi Covid-19.

"OK OCE Beauty hadir dengan pola distribusi yang memungkinkan banyak pihak dapat berpartisipasi dalam penjualan produk dan mendapatkan tambahan pendapatan di tengah pandemi," kata Sandi dalam peluncuran OK OCE Beauty lewat Zoom, Sabtu (24/10).

Menurut Sandi, OK OCE Beauty merupakan program kerja sama antara OKE OCE Indonesia dan PT Bluepin Indonesia Perkasa. OK OCE Beauty memperkenalkan produk Brightening Facial Wash yang terbuat dari ekstrak lidah buaya, dan sudah terdaftar di Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham maupun Badan Pengawas Obat dan Makanan

Kandungan galactomyces dan kojic acid dalam produk tersebut berkhasiat memberikan kelembutan dan kecerahan bagi segala jenis kulit. Sandi menambahkan, komunitas OK OCE Beauty diharapkan menjadi sarana silaturahim, mulai remaja hingga emak-emak untuk sadar menjaga kesehatan kulit sekaligus berbisnis produk kecantikan.

Pendiri PT Bluepin Indonesia Perkasa, Fardi N Annafi, menyampaikan, konsumsi kosmetik dan produk perawatan kulit di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Fardi membahas tingkat pengangguran merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) yang meningkat hingga 4,99 persen atau sekitar 6,9 juta jiwa per Februari 2020.

"Dengan adanya program OK OCE Beauty kita memiliki dua potensi besar, yang pertama ada potensi pasar yang masih terbuka luas. Dan sebagai penggerak, kita memiliki potensi penciptaan lapangan pekerjaan untuk mengurangi tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia," kata Fardi.

Pendiri OK OCE, Indra Uno, menambahkan, menjadi seorang wirausaha tentunya harus memiliki pola pikir dan tujuan yang bisa mandiri dan merdeka secara finansial.  "Ada beberapa hal yang harus dimiliki seorang wirausahawan, yang pertama openess (keterbukaan), kemudian readiness (kesiapan), kreativitas, dan integritas," kata Indra berpesan.

Ketua Umum OK OCE Indonesia, Iim Rusyamsi, menyampaikan beberapa hal penting mengenai modal utama dalam memulai bisnis. Selain harus menekuni bisnis yang sesuai dengan minat dan bisa mendatangkan pengasilan, Iim juga menyampaikan pentingnya memiliki jaringan usaha yang baik.

"Jika bergabung dengan komunitas OK OCE, kehadiran mentor akan berperan sebagai pelatih dalam memulai bisnis," ucap Iim.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA