Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Bamsoet Minta Masyarakat Sabar Soal Vaksin Covid-19

Ahad 25 Oct 2020 18:28 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ratna Puspita

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Foto: istimewa
Pemerintah juga harus hati-hati dalam mengeluarkan kebijakan soal vaksin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta masyarakat bersabar dalam menunggu vaksin Covid-19. Ia mengingatkan, riset soal vaksin sedang berjalan.

Selain itu, pemerintah juga harus hati-hati dalam mengeluarkan kebijakan soal vaksin. "Jadi memang kita mesti bersabar, beberapa negara juga mengharap Vaksinasi sampai betul-betul dipastikan kalau vaksin Covid-19 ini betul betul aman," kata pria yang kerap disapa Bamsoet itu usai membagikan hadiah pada para pengikut medsosnya di Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (25/10).

Bamsoet mengatakan, sampai saat ini proses penelitian terkait baksin Covid-19 masih berlangsung di berbagai laboratorium. Dia mengatakan, nampaknya vaksin Covid-19 akan keluar dalam waktu yang lebih lama sehingga dapat digunakan.

Baca Juga

"Kita tidak ingin vaksin ini digampangkan. Presiden sudah mengatakan juga agar hati-hati," ujar dia.

Selagi menunggu vaksin, lanjut Bamsoet, masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan secara lengkap, seperti rajin mencuci tangan, menjaga jarak, hingga memakai masker. Cara tersebut, kata dia, adalah upaya terbaik yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah Covid-19.

"Pada intinya apa yang diombau pemerintah 3 M, ya, jalankan saja, itu vaksin yang paling memungkinkan," ujar Bamsoet menegaskan.

Kementerian Kesehatan menyatakan kebutuhan vaksin untuk Indonesia sebanyak 370 juta dosis vaksin. Jumlah kebutuhan itu dihitung berdasarkan angka untuk mencapai kekebalan komunitas yakni cukup 70 persen penduduk Indonesia yakni sekira 160 juta orang. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA