Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Gus Nur Langsung Ditahan 

Ahad 25 Oct 2020 15:24 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Ratna Puspita

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono

Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
'Kalau dianggap kurang pas atau berlebihan silakan ajukan praperadilan.'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah resmi menetapkan pendakwah bernama Sugik Nur Raharja atau Gus Nur sebagai tersangka. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Gus Nur langsung ditahan selama 20 hari dan segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Ditahan selama 20 hari di Rutan Bareskrim,"  ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangannya, Ahad (25/10).

Menurut Argo, Gus Nur dilaporkan ke polisi oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cirebon Aziz Hakim Syaerozi. Gus Nur ditangkap pada Sabtu (24/10) dini hari di kediamannya di Malang, Jawa Timur. Penangkapan terhadap Gus Nur ini sempat menuai protes proses penangkapan Gus Nur.

Baca Juga

Namun, Argo mempersilakan kuasa hukum yang bersangkutan untuk mengajujan praperadilan. "Kalau (penangkapannya) dianggap kurang pas atau berlebihan silakan ajukan praperadilan," kata Argo.

Gus Nur ditangkap pihak kepolisian karena dianggap melecehkan martabat NU dengan menyebut organisasi NU saat ini diibaratkan sebagai bus umum yang sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya ugal-ugalan. Tidak hanya itu, Gus Nur juga dianggap mengibaratkan penumpangnya kurang ajar sehingga kesucian NU saat ini tidak ada lagi. 

Akibat pelanggarannya Gus Nur disangkakan Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dengan ancaman 4 tahun dan 6 tahun penjara.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA