Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Padi Protein Tinggi Unsoed Lolos Sidang Pelepasan Varietas

Ahad 25 Oct 2020 13:06 WIB

Rep: Eko Widiyatno / Red: Agus Yulianto

Prof Dr Totok Agung DH PhD, pemulia tanaman dari Unsoed Purwokerto melakukan penanaman perdana padi gogo Inpago Unsoed di Kota Tidore Maluku Utara, Kamis (24/3).

Prof Dr Totok Agung DH PhD, pemulia tanaman dari Unsoed Purwokerto melakukan penanaman perdana padi gogo Inpago Unsoed di Kota Tidore Maluku Utara, Kamis (24/3).

Foto: Dok Unsoed
Varietas padi ini memiliki keunggulan berupa tahan hama dan penyakit tanaman.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Peneliti pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, kembali menyumbangkan varietas baru dalam khasanah padi yang beredar di Tanah Air. Setelah sebelumnya mengeluarkan padi Inpago Unsoed, kali ini peneliti Unsoed juga akan mengeluarkan padi baru dengan kadar protein yang lebih tinggi dari jenis padi pada umumnya.

"Padi ini merupakan padi unggul dari galur Unsoed PK 7," kata salah satu perakit jenis padi tersebut, Prof Totok Agung DH PhD, Ahad (25/10). 

Menurutnya, varietas baru padi tersebut dirakit oleh tiga peneliti, terdiri dari dirinya, Agus Riyanto MSi dan Dyah Susanti MP. Dia menyebutkan, varietas padi tersebut dalam waktu dekat akan mulai diedarkan pada para petani, karena sudah lolos pada sidang penilaian dan evaluasi varietas di Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian. 

"Baru pada 21 Oktober lalu, varietas Unsoed PK7 ini lolos sidang penilaian," ujarnya.

Dia menyebutkan, agar satu varietas padi hasil perakitan peneliti bisa diedarkan pada petani, harus ditempuh berbagai tahapan. Selain uji tanam di berbagai lokasi, tahapan terakhir yang harus ditempuh adalah sidang penilaian dan evaluasi verietas di Ditjen Tanaman Pangan Kementan.

"Setelah lolos uji, maka varietas padi tersebut diedarkan dan dimanfaatkan secara luas hasil pada petani, sebagai bibit unggul baru nasional. Hal ini akan ditetapkan melalui SK Menteri Pertanian," ujarnya.

Dia menyebutkan, galur Unsoed PK 7 yang merupakan varietas hasil perakitan selama lebih dari 10 tahun ini, merupakan galur padi sawah protein tinggi yang memiliki keunggulan produktivitas tinggi. Kata dia, dari ujicoba di berbagai lokasi lahan pertanian, verietas padi ini mampu menghasilkan 9,71 ton (Gabah Kering Giling) per hektare.

Menurut Totok, daya hasil dan stabilitas hasil panen yang tinggi ini, merupakan salah satu keunggulan yang bisa dipenuhi Unsoed PK 7. Selain itu, varietas padi ini memiliki keunggulan berupa sifatnya yang tahan hama dan penyakit tanaman.

Padi Unsoed PK 7 ini, antara lain tahan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) patotipe IV dan VIII dengan kriteria agak tahan. Juga terhadap penyakit jamur blas ras 033 dan 073," kata Totok. Demikian juga dengan hama wereng batang coklat, jenis padi Unsoed PK 5 ini masuk kategori agak tahan.

Keunggulan lainnya, kata Totok, padi ini memiliki postur pendek, sehingga lebih tahan rebah. Sedangkan kandungan proteinnya mencapai 10,72 persen, melebihi jenis padi lain pada umumnya yang berkisar 7 - 8 persen. 

"Dengan kandungan protein setinggi ini, maka varietas padi ini bisa menjadi alternatif pemenuhan gizi masyarakat," katanya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA