Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Industri Sawit Topang Devisa Negara

Ahad 25 Oct 2020 12:33 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolandha

Pekerja menurunkan Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari dalam truk pengangkutan di tempat penampungan Desa Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Rabu (14/10). Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mencatat hingga tahun ini industri kelapa sawit masih menjadi penopang devisa negara.

Pekerja menurunkan Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari dalam truk pengangkutan di tempat penampungan Desa Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Rabu (14/10). Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mencatat hingga tahun ini industri kelapa sawit masih menjadi penopang devisa negara.

Foto: SYIFA YULINNAS/ANTARA
Nilai ekspor produk kelapa sawit mencapai 15,57 miliar dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mencatat hingga tahun ini industri kelapa sawit masih menjadi penopang devisa negara. Meski dalam kondisi pandemi, industri sawit tetap berkontribusi sebagai penyumbang devisa terbesar bagi negara.

Direktur Utama (Dirut) Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman menjelaskan meski dalam kondisi pandemi industri sawit tetap membukukan catatan positif. Ia mengatakan industri sawit masih bertahan kuat dan menjadi komponen utama perekonomian.

"Produk kelapa sawit dan turunannya telah diekspor ke seluruh penjuru dunia dan merupakan komoditas penghasil devisa ekspor terbesar bagi Indonesia," ujar Eddy, Ahad (25/10).

Baca Juga

BPS mencatat, nilai ekspor produk kelapa sawit mencapai 15,57 miliar dolar AS atau sekitar Rp 220 triliun. Eddy mengatakan nilai ini bahkan diatas nilai ekspor migas dan nonmigas.

"Di masa pandemi Covid-19, sektor sawit juga terbukti mampu bertahan dan tetap menyumbangkan devisa ekspor sekitar 13 miliar dolar AS sampai dengan Agustus 2020, ditengah lesunya sektor-sektor penghasil devisa lainnya seperti migas, batubara, dan pariwisata," ujar Eddy.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA