Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Studi Ungkap Kepribadian Orang yang Suka Menentang Aturan

Ahad 25 Oct 2020 07:55 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Reiny Dwinanda

Petugas mendata pasien tanpa gejala ketika tiba untuk melakukan isolasi mandiri di Hotel Ibis Senen, Kwitang, Jakarta, Kamis (15/10). Penyampaian informasi kesehatan dapat disesuaikan dengan lima tipe kepribadian.

Petugas mendata pasien tanpa gejala ketika tiba untuk melakukan isolasi mandiri di Hotel Ibis Senen, Kwitang, Jakarta, Kamis (15/10). Penyampaian informasi kesehatan dapat disesuaikan dengan lima tipe kepribadian.

Foto: Prayogi/Republika
Studi ini dapat membantu pemerintah menyesuaikan penyampaian informasi kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Survei global gelombang pertama pandemi Covid-19 mengungkap bahwa orang yang memiliki ciri kepribadian tertentu cenderung tidak tinggal di rumah saat pemerintah menerapkan kebijakan yang tidak terlalu ketat. American Psychological Association menyelidiki lima besar ciri kepribadian yang berhubungan dengan kepatuhan seseorang selama lockdown, yaitu orang yang berhati-hati, neurotisme, terbuka terhadap Hal-hal baru, ekstraversi, dan mudah bersepakat.

"Pandemi membuat kami meninjau kembali salah satu pertanyaan psikologi paling fundamental dan paling mendasar dalam konteks berisiko tinggi, apa yang menentukan perilaku manusia?" tulis para penulis, dilansir di Health24, Sabtu (24/10).

Temuan yang mengejutkan
Untuk penelitiannya, tim menggunakan data dari proyek "Mengukur Sikap dan Keyakinan Covid-19 di Seluruh Dunia". Survei bertujuan untuk menilai perilaku dan persepsi orang tentang perilaku orang lain selama pandemi.

Tim menganalisis tanggapan dari lebih dari 101.000 peserta di 55 negara. Para peneliti juga menilai ketatnya kebijakan nasional setiap negara dengan mengandalkan Indeks Ketegangan Respons Pemerintah Covid-19, yang memberikan skor ketat berdasarkan tujuh langkah kebijakan.

Langkah tersebut adalah penutupan sekolah, penutupan tempat kerja, pembatalan acara publik, penangguhan transportasi umum, implementasi kampanye informasi publik, pembatasan pergerakan internal, dan kontrol perjalanan internasional. Secara keseluruhan, mereka menemukan di wilayah yang kebijakan pemerintahnya lebih ketat, orang lebih cenderung untuk tetap tinggal di rumah.

Ciri-ciri kepribadian dan mematuhi lockdown
Orang yang mendapat nilai rendah pada dua ciri kepribadian, yaitu keterbukaan terhadap pengalaman dan neurotisme ditemukan lebih kecil kemungkinannya untuk tinggal di rumah saat tak ada adanya tindakan pemerintah yang ketat. Namun, kecenderungan tersebut berkurang ketika kebijakan pemerintah yang lebih ketat diterapkan.

Mereka menyebut, temuan ini mencengangkan. Soalnya, individu yang kepribadiannya bersikap terbuka secara tradisional terbukti rentan terhadap pengambilan risiko serta bersedia untuk menyimpang dari norma budaya. Di saat yang bersamaan, mereka punya persepsi risiko yang akurat, universalisme, dan menghargai keberadaan sesama manusia.

"Jadi, sekarang ini, seseorang yang bersifat terbuka mungkin ikut mencermati perkembangan wabah Covid-19 di negara lain, menyadari keparahannya, lalu memilih untuk bertindak sesuai dengan protokol kesehatan," kata tim penulis.

Pentingnya memahami tipe kepribadian
Temuan menarik lainnya adalah terlepas dari ketatnya tindakan kebijakan pemerintah, ciri-ciri kepribadian dikaitkan dengan perilaku berlindung di tempat. Misal, peserta yang mendapat nilai tinggi dalam hal ekstraversi (menunjukkan seberapa ramah dan senang bersosialisasinya seseorang) secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk tetap di rumah.

Di sisi lain, empat ciri kepribadian lainnya cenderung lebih untuk tetap di rumah.

"Secara keseluruhan, hasil kekuatan kepribadian sebagai pendorong utama berperilaku, kekuatan itu tidak begitu saja dikalahkan oleh kebijakan pemerintah," ujar para penulis.

Mereka mengatakan kebijakan pemerintah yang ketat mampu mengurangi pengaruh dua ciri kepribadian. Hal ini menunjukkan bagaimana kekuatan tingkat makro dapat mengurangi pengaruh faktor tingkat mikro tertentu.

Tim juga menjelaskan karena pandemi Covid-19 sedang berlangsung dan kepribadian berperan sangat penting, ini menjadi penting untuk memahami mengapa beberapa orang lebih menentang aturan daripada yang lain.

“Jika kita meluangkan waktu untuk mempelajari apa yang menjadi ciri orang seperti itu, kita bisa menyesuaikan penyampaian informasi kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat,” kata mereka.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA