Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

HNW: NKRI Kokoh Jika Etika Berbangsa Diutamakan

Sabtu 24 Oct 2020 22:27 WIB

Red: Budi Raharjo

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr HM Hidayat Nur Wahid MA

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr HM Hidayat Nur Wahid MA

Foto: istimewa
HNW mengajak agar para tokoh dan generasi muda Indonesia mulailah bangkit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua MPR Dr HM Hidayat Nur Wahid MA (HNW)mengatakan persatuan dan kesatuan bangsa harus terus dijaga, karena berharga buat bangsa Indonesia. Hal itu terbukti dari berbagai peristiwa kelam dalam sejarah perjalanan bangsa hingga kini, persatuan tetap diutamakan sehingga NKRI tetap utuh.

Namun, ada yang perlu dipahami rakyat Indonesia terutama generasi muda bahwa ada perjuangan keras dibalik kuatnya persatuan hingga terbentuknya NKRI oleh para tokoh-tokoh bangsa yakni ada implementasi etika, akhlak, moralitas yang begitu luarbiasa dicontohkan mereka selain keberanian dan sikap pantang menyerah.

Padahal, lanjut Pimpinan MPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang biasa disapa Hidayat atau HNW ini, para tokoh bangsa itu berasal dari suku, dan daerah yang berbeda. Bahkan, agama dan kepercayaanpun berbeda juga seperti beragama Islam, Kristen, Hindu, Buddha dengan latar belakang pendidikan serta organisasi yang berlainan pula.

“Begitu besarnya keberagaman yang ada, tapi tidak tidak satupun dari mereka yang menunjukkan sifat mau menang sendiri, angkuh, tidak mau musyawarah.  Yang dimunculkan oleh mereka adalah kebersamaan, saling mengisi dengan satu tujuan Indonesia merdeka,” katanya, saat hadir dan memberikan sambutan secara virtual pada acara Temu Tokoh Nasional/Kebangsaan kerjasama MPR dengan Garuda Keadilan Sumatera Barat, di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (24/10/2020).

Acara yang bertema ‘Peran Pemuda Dalam Memperkuat Demokrasi dan NKRI’ tersebut dihadiri anggota Garuda Keadilan, para tokoh dan masyarakat sekitar.

Dikatakan HNW, keunggulan-keunggulan yang ada pada diri pribadi masing-masing tokoh bangsa tidak lantas menjadi sesuatu yang diperdebatkan. Malah disatukan dan dijadikan kekuatan besar untuk mencapai tujuan mulia bersama. “Mereka benar-benar memberikan teladan bagaimana mengedepankan etika dan akhlak yang mulia,” ujarnya.

Bagi HNW, keteladanan para tokoh bangsa itu sangat hebat. “Rakyat Indonesia saat ini mesti menghormati mereka secara sungguh-sungguh. Bayangkan, di era saat itu yang serba terbatas, serba kekurangan dan penuh kesederhanaan, mereka bisa. Dan hasilnya adalah NKRI yang kita nikmati sekarang ini,” tambahnya.

Semestinya, lanjut HNW, rakyat Indonesia di era modern dimana semuanya serba ada, serba mudah harus lebih beretika, lebih kuat, lebih semangat menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Mengapa hal tersebut menjadi penting, karena jika nilai-nilai yang dicontohkan para tokoh bangsa kita itu tidak kita lakukan, maka Indonesia tidak akan berumur panjang. Lihat saja Uni Soviet, negara adidaya dengan segala kelebihannya bisa pecah dan hancur sebab tidak ada nilai-nilai mempersatukan seperti yang dimiliki Indonesia,” ucapnya.

Untuk itu, HNW mengajak agar para tokoh dan generasi muda Indonesia mulailah bangkit. Langkah awal dengan gemar mendalami nilai-nilai luhur bangsa, sejarah Indonesia dan para tokohnya.  Selanjutnya, mulailah bergerak, berinovasi memberikan kontribusi untuk bangsa dan negara.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler