Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Dokter Asing di Indonesia, KKI: Mereka Bawa Inovasi Baru

Sabtu 24 Oct 2020 17:55 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Nidia Zuraya

Dokter memeriksa pasien/ilustrasi

Dokter memeriksa pasien/ilustrasi

Foto: healthliving
Sebagian besar negara maju telah membuka jasa pelayanan kesehatan internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) Taruna Ikrar mengatakan perusahan kesehatan asing dapat membawa inovasi dan pendekatan baru dalam menangkap konsumen. Dinamika ini biasanya meningkatkan kualitas produk dan layanan. Sehingga pelayanan akan lebih semakin terjangkau.

"Sebagian besar negara maju telah membuka interaksi dan jasa pelayanan internasional, hal ini akan menciptakan pasar global dan mengarahkan investasi ke negara-negara berkembang yang membawa investasi dan lapangan kerja," katanya saat dihubungi Republika.co.id, Sabtu (24/10).

Kemudian, ia melanjutkan hubungan kesehatan dan ekonomi adalah hubungan sangat vital. Kinerja kesehatan sangat tergantung pada perekonomian tetapi juga pada sistem kesehatan itu sendiri. Pelayanan kesehatan merupakan prioritas atau penting bagi sebagian besar masyarakat.

Ia menambahkan terdapat tantangan yang kompleks yang diakibatkan seiring dengan peningkatan migrasi dan interaksi global yang berakibat meningkatan prevalensi penyakit kronis dan intensif penggunaan teknologi kesehatan modern.

Investasi kesehatan dan desain kebijakan pembiayaan kesehatan berkaitan erat dengan peningkatan kesejahteran masyarakat suatu bangsa apalagi kalau ditinjau dalam persepsi ekonomi. Sama seperti pertumbuhan, pendapatan, investasi dan pekerjaan adalah fungsi dari kinerja dan kualitas sistem ekonomi, kerangka regulasi, kebijakan perdagangan, modal sosial, pasar tenaga kerja dan sebagainya.

"Hal ini tergambar dalam kondisi kesehatan (kematian, morbiditas, kecacatan) tidak hanya bergantung pada standar hidup tetapi pada kinerja aktual dari sistem kesehatan sendiri. Belanja kesehatan harus memperhitungkan manfaat teknologi dalam hal memperoleh peralatan canggih dan mendidik profesional kesehatan dan cara menggunakannya," kata dia.

Teknologi ini mencakup instrumen untuk pembedahan non-invasif yang akan menghasilkan perawatan yang lebih efektif dan efisien serta perlunya upaya pencegahan wabah. Bukti menunjukkan bahwa kemajuan teknologi medis berkontribusi pada harapan hidup yang lebih tinggi.

Sehingga masyarakat dapat berkontribusi lebih baik. Globalisasi kesehatan akan memberi dampak posisitif bagi kemajuan dan kesejahteran orang banyak termasuk didalamnya dalam upaya peningkatan ekonomi sebagai bagian kepentingan nasional.

"Semua institusi negara termasuk didalamnya KKI (Konsil Kedokteran Indonesia) seharusnya berperan serta dalam mendukung pencapaian target kepentingan nasional Indonesia di era global ini," kata dia.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA