Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Tantangan Muslim di Cile, Langkanya Materi Islam

Sabtu 24 Oct 2020 07:47 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Ani Nursalikah

Tantangan Muslim di Cile, Langkanya Materi Islam. Masjid Muhammad IV, Caquimbo, Cile

Tantangan Muslim di Cile, Langkanya Materi Islam. Masjid Muhammad IV, Caquimbo, Cile

Foto: blogspot.com
Meski populasi Muslim di Cile sedikit, namun mereka dipengaruhi budaya Maroko.

REPUBLIKA.CO.ID, CILE -- Cile terletak di sepanjang pesisir barat Amerika Selatan, dan berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik Selatan. Kota kecil ini berbatasan dengan Peru di utara, Bolivia di timur laut, dan Argentina di timur.

Total populasi Chili adalah 16 juta dengan populasi Umat Katolik mencapai 80,7 persen, Protestan membentuk 6,1 persen, Yahudi mencapai 3 persen, dan Muslim 0,3 persen, atheis 12,8 persen, dan penganut agama lain mencapai 0,3 persen. Dari 0,3 persen populasi Muslim yang diperkirakan berjumlah 4.000, sebagian besarnya tinggal di ibu kota Santiago, kota Iquique, dan kota-kota lain di sekitarnya.

Meski memiliki populasi Muslim yang sangat sedikit, namun budaya dan identitas Chili jelas dipengaruhi budaya Maroko. Aurelio Diaz Meza yang merupakan seorang sejarawan menjelaskan, kentalnya budaya Maroko di Cile. Hal ini disebabkan perpindahan 'paksa' besar-besaran Muslim Andalusia (Moriscos) ke Dunia Baru (Amerika), dan sebagian di antaranya datang ke Cile.

Baca Juga

Maka tidak aneh jika terdapat sejumlah masjid di Cile. Mezquita As-Salam (Masjid As-Salam) di ibu kota Santiago adalah masjid pertama yang dibangun di negara tersebut. Pembangunannya dimulai pada 1988, dan mulai dibuka untuk jamaah pada 1996. Pusat Islam yang berafiliasi dengan masjid juga aktif menyelenggarakan kegiatan dakwah bagi komunitas Muslim di sana.

Pada 1997, masjid kembali berdiri di Cile. Mezquita Bilal (Masjid Bilal) dibangun di Iquique, berkat usaha para pedagang Pakistan. Selama kunjungannya ke Cile pada 2004, Raja Muhammad VI dari Maroko memberikan perintah untuk membangun pusat kebudayaan dan masjid terbesar di Cile dengan biaya sendiri. Kegiatan pusat tersebut difokuskan pada mempromosikan Islam dan dakwah.

Pada 2009, konferensi yang diadakan oleh Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization (ISESCO) dan World Islamic Call Society (WICS) bekerja sama dengan Islamic Organization of Latin America (IOLA) untuk mempertemukan para kepala pusat dan kebudayaan Islam. Pertemuan itu diadakan di ibu kota Argentina, Buenos Aires dari 15-19 Mei 2009 dan dihadiri oleh lebih dari 25 pejabat yang bertanggung jawab atas aksi budaya Islam di Amerika Latin.

Konferensi tersebut mengusulkan strategi aksi budaya Arab dan Islam di luar Dunia Muslim untuk membantu Muslim di Amerika Latin mempertahankan identitas Islam mereka, mengoordinasikan aksi Islam bersama, dan mempromosikan kerja sama di antara pusat-pusat Islam di Amerika Selatan dan Latin. Tantangan dan kesulitan paling menonjol yang diidentifikasi oleh konferensi tersebut termasuk, tidak adanya pengetahuan Islam yang tepat, ketidaktahuan dengan budaya Islam, komitmen agama yang lemah dari banyak Muslim di negara-negara tersebut, ketidakpatuhan pada ketaatan agama, dan ketidakmampuan  mematuhi Arab dan identitas Islam atau merayakan budaya Islam karena kurangnya pemahaman tentang Islam.

Sayangnya, para Muslim itu mencoba menampilkan penampilan luar yang tidak sesuai dengan budaya agama mereka agar sesuai dengan masyarakat dan mengikuti adat istiadat dan tradisi Barat. Tantangan tersebut juga antara lain kurangnya minat mengajar bahasa Arab, tidak tersedianya materi tentang Islam seperti buku dan kaset, kurangnya program kesadaran beragama bagi remaja dan anak-anak, serta tidak adanya entitas yang peduli dengan pengelolaan dan pengembangan wakaf Islam.  

Mereka juga menderita karena kurangnya lembaga pendidikan agama dan bahasa Arab untuk tingkat menengah dan menengah, kelangkaan materi Islam dalam bahasa Spanyol, dan tidak adanya koordinasi dan kolaborasi dalam kegiatan organisasi Islam. Selain itu, media lokal di Cile dan bagian Amerika Latin lainnya telah merusak citra Islam dan Muslim.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA