Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Kasus Covid-19 di Solo Tembus Seribu Lebih

Jumat 23 Oct 2020 20:27 WIB

Rep: binti sholikah/ Red: Hiru Muhammad

Petugas medis Palang Merah Indonesia (PMI) Solo memilah darah dan plasma darah di kantor Unit Transfusi Darah PMI Solo, Jawa Tengah, Selasa (20/10/2020). PMI Kota Solo akan menyediakan plasma konvalesen untuk terapi penyembuhan pasien COVID-19 sekaligus mengajak para penyintas yang sembuh dari COVID-19 mendonorkan plasma darah konvalesen untuk membantu pasien COVID-19 yang masih dalam perawatan.

Petugas medis Palang Merah Indonesia (PMI) Solo memilah darah dan plasma darah di kantor Unit Transfusi Darah PMI Solo, Jawa Tengah, Selasa (20/10/2020). PMI Kota Solo akan menyediakan plasma konvalesen untuk terapi penyembuhan pasien COVID-19 sekaligus mengajak para penyintas yang sembuh dari COVID-19 mendonorkan plasma darah konvalesen untuk membantu pasien COVID-19 yang masih dalam perawatan.

Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha
Jumlah kasus menembus seribu pada Kamis (22/10) tepatnya 1.007 kasus.

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO--Kasus Covid-19 di Kota Solo mencapai lebih dari 1.000 kasus. Satuan Tugas (Satgas) Penangana Covid-19 Solo mencatat jumlah kasus Covid-19 secara kumulatif hingga Jumat (23/10) mencapai 1.027 kasus.

Dalam dua hari terakhir, penambahan mencapai dua puluhan kasus. Jumlah kasus menembus seribu pada Kamis (22/10) tepatnya 1.007. Kemudian pada Jumat terdapat penambahan 20 kasus.

Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, merinci, tambahan 20 kasus pada Jumat berasal dari hasil penelusuran (tracing) kasus sebelumnya sebanyak 15 orang, kemudian pasien suspect yang naik kelas menjadi terkonfirmasi sebanyak empat orang, serta satu orang yang swab mandiri.

"Rata-rata orang tanpa gejala (OTG). Ini yang dirawat hanya tambah dua dari pasien suspect yang naik kelas tadi. Kemudian yang meninggal tambah satu," kata Ahyani saat dihubungi wartawan, Jumat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan, dari angka kumulatif tersebut, klaster yang paling banyak disumbang dari klaster perkantoran swasta di Kelurahan Tipes, serta klaster keluarga di Kelurahan Penumping, Bumi, Gandekan, dan Gilingan.

"Intinya kalau saya melihat berarti potensi penularan di Kota Solo ini sudah ke seluruh kelurahan, karena transmisinya memang sudah transmisi lokal," terang Siti kepada wartawan, Kamis (22/10).

Oleh sebab itu, dia memint kepada masyarakat agar terbuka dan segera memberikan informasi kepada DKK jika terdapat kontak erat atau kontak dekat pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga bisa segera dijadwalkan pengambilan sampel uji swab untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Makanya saya membuat kebijakan habis dilakukan di testing harus karantina dulu, nanti kalau enggak karantina tahu-tahu positif akhirnya kemana-mana. Menurut saya kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan," imbuh Siti.

Jumlah kumulatif 1.027 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut terdiri dari, 217 orang isolasi mandiri, 62 pasien menjalani perawatan, 709 pasien dinyatakan sembuh/pulang, dan 39 orang meninggal dunia.

Sedangkan data kumulatif pasie suspect hingga Jumat mencapai 1.255 orang, terdiri dari, 14 orang menjalani perawatan, empat orang isolasi mandiri, 1.171 discard, dan 66 orang meninggal dunia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA