Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Pakar Bagi Tip Promosi Bisnis Lewat WhatsApp

Sabtu 24 Oct 2020 00:10 WIB

Red: Indira Rezkisari

Menggunakan WhatsApp untuk promosi bisnis juga membutuhkan strategi agar bisa menarik pembeli.

Menggunakan WhatsApp untuk promosi bisnis juga membutuhkan strategi agar bisa menarik pembeli.

Foto: EPA
Jangan mengirim terlalu banyak foto produk bisnis lewat WhatsApp.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewi Meisari, Project Leader ukmindonesia.id, portal bantuan UKM yang dibangun Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) bekerja sama dengan pemerintah pusat dan delapan pemerintah daerah, berbagi tip mengenai cara komunikasi dan promosi bisnis bagi para pelaku UKM di Indonesia.

"Pertama, jangan mengirim banyak foto karena akan merepotkan pelanggan harus mengunduh," ujar Dewi dalam briefing virtual program 100 UKM Juwara, Jumat (23/10).

Sebagai alternatif yang lebih nyaman, para pemilik UKM dapat memakai tools WhatsApp katalog dengan cukup hanya mengirim link, sehingga calon pembeli tidak perlu mengunduh. Dewi juga melihat banyak admin UKM yang tidak mengelola kontak konsumen dengan rapi.

Pelaku UKM dapat mengelola kontak dengan mencadangkan penyimpanan ke email (Google contact) untuk mempermudah migrasi data kontak di beberapa perangkat admin.

Sementara untuk konsumen, mengelola kontak dengan baik dan menghadirkan nuansa komunikasi personal dapat membuat konsumen merasa diperlakukan spesial dan loyal. Para pelaku UKM, menurut Dewi, juga seringkali dengan mudahnya menjawab "tidak bisa", "tidak tahu", atau "tidak ada" yang justru menutup peluang pendapatan yang mungkin muncul.

Mengatakan hal demikian, menurut Dewi, juga dapat memberikan kesan "tidak butuh" kepada konsumen. Sehingga bisa mematikan "hasrat membeli" yang sempat muncul.

Selain itu, Dewi juga melihat pemilik bisnis sering kali memberikan jawaban tidak memuaskan dan tidak mengedukasi. Untuk itu, dia menyarankan agar pemilik bisnis membuat QnA (question & answer) standar atau FAQ (frequently asked questions) untuk memberi kesan profesional dan memudahkan proses edukasi SDM/karyawan baru.

QnA standar juga bisa disusun untuk mengoptimalkan up-selling untuk meningkatkan kuantitas pembelian produk yang sama, misalnya dengan memberikan bebas ongkir untuk pembelian minimal jumlah tertentu.

Terakhir, pemilik bisnis juga dapat menyusun QnA untuk cross-selling dalam upaya meningkatkan jumlah pembelian dengan menawarkan produk lain. Misalnya, ketika konsumen sudah memesan, namun belum membayar, admin dapat menawarkan produk lain.






sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA