Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Raih Stimulus, YIA dan Adisutjipto Diharapkan Dorong Ekonomi

Jumat 23 Oct 2020 17:36 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fuji Pratiwi

Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Yogyakarta International Airport (YIA) dan Bandara Adisutjipto mendapatkan stimulus penerbangan melalui subsidi tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U).

Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Yogyakarta International Airport (YIA) dan Bandara Adisutjipto mendapatkan stimulus penerbangan melalui subsidi tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U).

Foto: Yusuf Assidiq.
YIA dan Adisutjipto termasuk dalam 13 bandara di Indonesia yang menerima stimulus.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Yogyakarta International Airport (YIA) dan Bandara Adisutjipto mendapatkan stimulus penerbangan melalui subsidi tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U). Stimulus ini diharapkan membantu kedua bandara menggerakkan ekonomi daerah.

PTS General Manager YIA, Agus Pandu Purnama berharap stimulus ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di DIY di tengah pandemi Covid-19. Pemberian stimulus akan membuat harga tiket penerbangan menjadi lebih terjangkau. Hal itu diharapkan bisa meningkatkan jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi udara.

"Sehingga, dapat mendorong pertumbuhan perekonomian di daerah dan memberikan dampak yang signifikan terhadap industri pariwisata, sektor UMKM, dan juga industri lainnya," kata Pandu yang juga General Manager Bandara Adisutjipto tersebut dalam keterangan resminya, Jumat (23/10).

Baca Juga

Stimulus ini diberikan kepada pengguna jasa udara yang melakukan pembelian tiket mulai dari 23 Oktober sampai 31 Desember 2020. Pandu menyebut, YIA dan Adisutjipto sendiri termasuk dalam 13 bandara di Indonesia yang menerima stimulus ini.

"Kami sangat mengapresiasi dan mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi khususnya bagi industri penerbangan yang sangat terdampak oleh pandemi," ujar Pandu.

Pandu menuturkan, jumlah penumpang di YIA dan Adisutjipto menurun selama pandemi Covid-19. Sejak Januari hingga Agustus 2020, YIA tercatat telah melayani 398.833 penumpang dan Adisutjipto tercatat melayani sebanyak 1.423.223 penumpang.

"(Jumlah penumpang) Mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya," kata dia.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA