Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Kekayaan Rakyat di Negara-Negara Ini Naik Selama Pandemi!

Jumat 23 Oct 2020 16:08 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Tak Kenal Resesi, Kekayaan Rakyat di Negara-Negara Ini Malah Meningkat Selama Pandemi!. (FOTO: Unsplash/Sam Balye)

Tak Kenal Resesi, Kekayaan Rakyat di Negara-Negara Ini Malah Meningkat Selama Pandemi!. (FOTO: Unsplash/Sam Balye)

Kekayaan rakyat di negara-negara ini malah meningkat selama pandemi.

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Di saat banyak negara resesi dan rakyatnya kesulitan ekonomi akibat pandemi, rakyat di negara-negara ini malah makin kaya, meningkat hingga 10 persen! Angka yang luar biasa di tengah kesulitan ekonomi dunia, bukan? Negara-negara itu adalah Filipina, Mesir dan Bangladesh yang mengalami peningkatan kekayaan terbesar hingga sekitar 10%.

Dilansir dari Forbes di Jakarta, Jumat (23/10/2020) sebuah laporan dari Credit Suisse yang diterbitkan pada Kamis, 22 Oktober 2020 mengatakan selain Filipina, Mesir dan Bangladesh, masih ada beberapa negara yang kekayaan rakyatnya justru meningkat di tengah pandemi corona.

Baca Juga: Kesenjangan Makin Nyata, Para Orang Terkaya Beli Lebih Banyak Perhiasan di Tengah Pandemi

Di tempat keempat ada Belanda yang menambahkan sekitar USD15.000 (Rp221 juta) ke kekayaan mereka pada paruh pertama tahun 2020. Selanjutnya China menjadi salah satu pemenang dan kekayaan per orang dewasa yang telah meningkat.

Kepala Investasi International Wealth Management di Credit Suisse berharap hal itu akan bertahan. Berdasarkan hasil laporan tersebut, kekayaan rata-rata per orang dewasa China mencapai USD74.621 (Rp1,1 miliar), meningkat 5,5% sejak Januari ketika negara itu sedang dalam proses karantina Wuhan.

Hari ini Wuhan melakukan pembukaan kembali pabrik dan konsumen mulai berbelanja lagi. China telah melaporkan bahwa ekonominya tumbuh sebesar 4,9% pada kuartal ketiga tahun ini.

Selanjutnya ada Swiss, Taiwan dan Belanda yang telah melihat pertumbuhan sebenarnya terbesar dari kekayaan mereka, hal ini sebagian besar disebabkan oleh fluktuasi mata uang. Franc Swiss yang kuat telah membantu warganya meningkatkan kekayaan mereka dari rata-rata USD20.000 (Rp294 juta) menjadi USD598.410 (Rp8,8 miliar) per orang pada akhir Juni. Angka ini lebih banyak daripada negara lain mana pun.

Secara keseluruhan, bank Swiss mengatakan ada sekitar USD400 triliun kekayaan di dunia. Itu berarti sekitar 77.309 untuk setiap orang dewasa, rata-rata yang pasti dipengaruhi oleh 1% penerima kekayaan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA