Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Cara Raisa Hindari Osteoporosis

Jumat 23 Oct 2020 15:38 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Penyanyi Raisa menyadari sebagai perempuan, dirinya memiliki risiko terkena osteoporosis. Dia pun menjaga kesehatan tulangnya.

Penyanyi Raisa menyadari sebagai perempuan, dirinya memiliki risiko terkena osteoporosis. Dia pun menjaga kesehatan tulangnya.

Foto: Tangkapan layar
Raisa punya tiga alasan kuat yang membuatnya lebih perhatikan kesehatan tulang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski disibukkan oleh beragam aktivitas, penyanyi Raisa Andriana tak pernah lupa untuk memerhatikan kesehatan tulangnya. Ada tiga alasan yang membuat Raisa terdorong untuk melakukan hal ini.

Salah satunya adalah aktivitas yang dia lakukan dalam keseharian. Di masa pandemi, Raisa mengatakan dia memang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Namun, dia tetap disibukkan dengan beragam aktivitas yang cukup "menantang" bagi kekuatan tulangnya.

Beberapa aktivitas yang kerap dia lakukan di rumah adalah olahraga kardio dan angkat beban. Sebagai seorang ibu, Raisa juga kerap menggendong buah hatinya yang saat ini berusia 20 bulan.

"Sekarang berat badan dia (anak Raisa) harusnya sudah mau 10 kilogram," ujar Raisa dalam virtual media briefing bersama CDR, Kamis (22/10).

Selain itu, sebagai perempuan Raisa juga menyadari bahwa dia memiliki risiko yang lebih besar terhadap osteoporosis. Seperti diketahui, perempuan lebih berisiko terhadap osteoporosis dibandingkan laki-laki.

Ada dua faktor risiko yang dapat membuat perempuan lebih berisiko terhadap osteoporosis dibandingkan laki-laki. Kedua faktor risiko tersebut adalah melahirkan dan menyusui.

Raisa juga lebih tergerak untuk menjaga kesehatan tulang karena saat ini dia sudah memasuki usia 30 tahun. Pada perempuan, pertumbuhan tulang mencapai puncak di usia 30 tahun. Setelah itu, yang terjadi adalah penurunan massa tulang. Memasuki usia 40 tahun, perempuan akan kehilangan massa tulang sekitar 0,5 persen setiap tahun.

"Sekarang setelah punya anak, terus sudah umur 30 tahun, aku juga jadi semakin concern sama kesehatan tulang juga," jelas Raisa.

Raisa juga berpesan kepada perempuan-perempuan Indonesia untuk menjaga kesehatan tulang agar terhindar dari osteoporosis di kemudian hari. Raisa mengungkapkan ada 3S yang dapat membantu perempuan dalam menjaga kesehatan tulang, seperti yang dikampanyekan oleh CDR.

S yang pertama adalah "Saatnya Mulai Dari Dini". Dalam hal ini, Raisa mengajak perempuan untuk mulai menjaga kesehatan tulang sedini mungkin.

"Di masa aktif ini, saatnya jaga kesehatan tulang," tutur Raisa.

S yang kedua adalah "Sediakan Nutrisi dan Terapkan Pola Hidup Sehat". Hal ini juga yang sudah diterapkan oleh Raisa dalam kehidupannya sehari-hari. Selain menerapkan pola makan yang sehat, Raisa juga rutin berolahraga kardio atau angkat beban.

S yang ketiga adalah "Suplementasi dengan Vitamin D dan Kalsium". Raisa menilai konsumsi suplemen juga penting. Karena meski dia sudah menerapkan pola makan sehat, dia tak bisa mengukur secara pasti apakah dia sudah mendapatkan asupan vitamin D dan kalsium sesuai kebutuhan.

Asupan kalsium yang cukup dibutuhkan untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tulang. Sedangkan asupan vitamin D yang cukup diperlukan agar tubuh bisa menyerap kalsium dengan baik.

"Kalau jalani itu, mudah-mudahan membantu terhindar dari osteoporosis," kata Raisa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA