Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

BKPM Targetkan 1,2 Juta Pekerja Terserap Hingga Akhir 2020

Jumat 23 Oct 2020 15:05 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya

ilustrasi: Sejumlah buruh berjalan keluar dari pabrik. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berupaya mendongkrak serapan tenaga kerja hingga akhir tahun ini.

ilustrasi: Sejumlah buruh berjalan keluar dari pabrik. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berupaya mendongkrak serapan tenaga kerja hingga akhir tahun ini.

Foto: ANTARA//M Ibnu Chazar
Serapan tenaga kerja pada kuartal III 2020 mencapai 295.387 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berupaya mendongkrak serapan tenaga kerja hingga akhir tahun ini. Ditargetkan sampai Desember 2020, sebanyak 1,2 juta tenaga kerja bisa terserap.

BKPM melaporkan, serapan tenaga kerja pada kuartal III 2020 mencapai 295.387 dari 45.726 proyek investasi. Maka total penyerapan tenaga kerja sejak Januari sampai September tahun ini sebanyak 861.581 orang dari 102.276 proyek investasi.

"Jadi masih punya waktu satu kuartal lagi yaitu pada kuartal 4, untuk mencapai target penyerapan tenaga kerja 2020. Ini tidak gampang, karena kita harus datang ke perusahaan dan bilang, setiap pekerjaan yang bisa dikerjakan manusia, harus dilakukan oleh tenaga kerja," jelas Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers virtual, Jumat (23/10).

Ia menjelaskan, BKPM memiliki dua program ke depan. Pertama investasi berbasis hilirisasi, dan kedua investasi berbasis padat karya.

"Pendekatan untuk tenaga kerjanya pasti berbeda. Kalau industri pasti (penyerapan tenaga kerja) tidak sebanyak padat karya, tidak mesti setiap perusahaan yang menggunakan teknologi itu sama dengan padat karya. Jadi yang terpenting target tahun depan ada," tutur dia.

Bahlil menyebutkan, target penyerapan tenaga kerja tahun depan minimal 1,3 juta. Sebab setiap tahun terdapat sekitar 2,9 juta angkata kerja.

"Itu tenaga kerja yang langsung, belum yang tidak langsung. Tenaga kerja yang tidak langsung jumlahnya bisa tiga sampai empat kali lipat dari tenaga kerja langsung, karena ada ekosistem yang terbangun di situ," jelasnya.

Maka, kata dia, semakin besar investasi masuk, semakin banyak pula lapangan kerja tercipta. Baik lapangan kerja langsung maupun tidak langsung.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA