Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Pandemi, PrivyID Luncurkan Program #StrongerTogether

Jumat 23 Oct 2020 13:10 WIB

Red: Fernan Rahadi

PT Investree Radhika Jaya atau Investree meresmikan kerja sama dengan perusahaan  regulatory technology, PrivyID. Kerja sama ini bertujuan meningkatkan inklusi keuangan masyarakat Indonesia secara lebih aman dan efisien, di Uptown Plaza Mutiara, Jakarta Selatan, Rabu (18/9).

PT Investree Radhika Jaya atau Investree meresmikan kerja sama dengan perusahaan regulatory technology, PrivyID. Kerja sama ini bertujuan meningkatkan inklusi keuangan masyarakat Indonesia secara lebih aman dan efisien, di Uptown Plaza Mutiara, Jakarta Selatan, Rabu (18/9).

Foto: Republika/Umi Soliha
Di masa pandemi ini, penggunaan tanda tangan elektronik meningkat pesat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PrivyID meluncurkan Program Spesial #StrongerTogether, di mana PrivyID menggratiskan penggunaan layanan selama 30 hari pertama. PrivyID juga memberikan tambahan bonus sebesar 50 persen dari kuota tanda tangan elektronik yang dibeli dalam periode 20 Oktober 2020 hingga 31 Oktober 2020, baik untuk para pengguna individu maupun korporasi. 

Program spesial #StrongerTogether ini dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan akan tanda tangan elektronik yang semakin meningkat. Apalagi di tengah pandemi yang telah mengubah berbagai sendi kehidupan masyarakat. Selain itu, program ini juga untuk menyambut ulang tahun PrivyID yang keempat di bulan Oktober ini.

"Program #StrongerTogether adalah wujud dari apresiasi kami terhadap para pelanggan yang mempercayakan kami sebagai mitra kerja mereka, juga bentuk upaya kami untuk membantu berputarnya roda perekonomian Indonesia yang tengah terimbas wabah Covid-19, serta untuk mendukung upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19 yang lebih luas, terutama dengan menghindari pertemuan tatap muka dalam aktivitas bisnis dan keperluan lainnya," ujar CEO PrivyID,  Marshall Pribadi, dalam siaran persnya, Jumat (23/10). 

Dalam kesempatan yang sama, Marshall juga menjelaskan bahwa teknologi bisa menjadi solusi bagi tantangan-tantangan yang dihadapi para pelaku bisnis. Dengan tanda tangan elektronik, tanda tangan dokumen dapat dilakukan dari mana saja, kapan saja.

Di masa pandemi ini, penggunaan tanda tangan elektronik meningkat pesat. Data penggunaan layanan PrivyID menunjukkan peningkatan jumlah pelaku bisnis yang menggunakan tanda tangan elektronik PrivyID sebesar sekitar 350 persen. 

"Hal ini membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat akan tanda tangan elektronik semakin meningkat dari waktu ke waktu. Hingga saat ini, PrivyID sudah digunakan oleh lebih dari 600 perusahaan dan 6.5 juta pelanggan di Indonesia," ujar Marshall.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA