Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Bamsoet: Peta Jalan Vaksinasi Harus Selaras dengan PEN

Jumat 23 Oct 2020 11:22 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan pemerintah agar peta jalan vaksinasi Covid-19 dikaitkan dengan program pemulihan ekonomi. Vaksinasi di pulau Jawa patut diprioritaskan karena pulau ini merupakan pusat pertumbuhan ekonomi nasional dengan presentase terbesar kasus Covid-19.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan pemerintah agar peta jalan vaksinasi Covid-19 dikaitkan dengan program pemulihan ekonomi. Vaksinasi di pulau Jawa patut diprioritaskan karena pulau ini merupakan pusat pertumbuhan ekonomi nasional dengan presentase terbesar kasus Covid-19.

Foto: dok MPR
Bamsoet ingin peta jalan vaksinasi prioritaskan Jawa karena episentrum penularan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan pemerintah agar peta jalan vaksinasi Covid-19 dikaitkan dengan program pemulihan ekonomi. Vaksinasi di pulau Jawa patut diprioritaskan karena pulau ini merupakan pusat pertumbuhan ekonomi nasional dengan presentase terbesar kasus Covid-19.

"Data Covid-19 di dalam negeri sudah sangat jelas menunjukan bahwa pulau Jawa menjadi episentrum penularan. Karenanya, prioritas vaksinasi di Jawa memiliki alasan yang kuat. Terlebih, jika dikaitkan dengan program pemulihan ekonomi," ujar Bamsoet di Jakarta, Kamis (22/10).

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan telah menyusun peta jalan vaksinasi atau imunisasi Covid-19. Vaksinasi mulai dilaksanakan Desember 2020 hingga Maret 2021, dengan target 160 juta penduduk.

Ketua DPR RI ke-20 ini menuturkan, data terkini lebih dari 60 persen kasus Covid-19 tercatat di Jawa. Banyak klaster baru Covid-19 bermunculan di daerah industri dan pusat-pusat kegiatan bisnis. Baik di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah maupun Jawa Timur. 

"Maka, vaksinasi Covid-19 di pulau Jawa patut diprioritaskan. Ingat bahwa kontribusi Pulau Jawa terhadap produk domestik bruto nasional mencapai 59 persen. Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Jawa 5,52 persen, dengan kontributor utamanya Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat,’’ kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini mengingatkan, kehadiran vaksin Corona harus mampu menumbuhkan harapan dan mewujudkan kepastian baru. Sebab, berbagai upaya telah ditempuh untuk mengendalikan penularan Covid-19, namun nyatanya jumlah kasus terus bertambah. Satu-satunya andalan dan harapan untuk memutus rantai penularan kini ada pada vaksin Corona.

"Idealnya, vaksinasi tidak sekadar mewujudkan kekebalan kelompok. Akan sangat produktif jika vaksinasi Corona juga bisa menjadi faktor pendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional. Karena itu, saya mendorong Menteri Kesehatan juga berkoordinasi dengan Ketua Satuan Tugas Pemulihan ekonomi Nasional," pungkas Bamsoet.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler