Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Vaksin Corona Jadi Angin Segar Perbankan Dorong Kredit 

Jumat 23 Oct 2020 09:57 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha

Direktur Utama BTN Pahala Mansury mengatakan jika vaksin bisa berjalan lancar maka perbankan akan kembali ke kondisi yang lebih baik, sehingga turut mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Direktur Utama BTN Pahala Mansury mengatakan jika vaksin bisa berjalan lancar maka perbankan akan kembali ke kondisi yang lebih baik, sehingga turut mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Likuiditas BTN kini sangat baik yakni tumbuh kisaran 18,7 persen pada kuartal III.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTAc-- Saat ini Indonesia sedang menunggu proses uji klinis vaksin Covid-19. Hal ini menjadi angin segar bagi perbankan, terutama dalam mendorong kredit.

Salah satunya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Tercatat per September 2020, total kredit BTN senilai Rp 254,91 triliun atau turun 0,8 persen secara year on year.

Direktur Utama BTN Pahala Mansury mengatakan jika vaksin bisa berjalan lancar maka perbankan akan kembali ke kondisi yang lebih baik, sehingga turut mendorong pemulihan ekonomi nasional.

“Saat ini kondisi likuiditas bank sangat baik yakni tumbuh kisaran 18,7 persen pada kuartal III. Satu sisi senang, tapi ada tantangan bagaimana cara agar dana bisa optimal disalurkan ke pembiayaan," ujarnya kepada wartawan, Jumat (23/10).

Pahala mengungkapkan asumsi pertumbuhan ekonomi tahun depan yang mulai membaik dengan distribusi vaksin yang lancar, harapan baru muncul untuk perbankan. Dia mengungkapkan jika vaksin efektif ekonomi Indonesia diproyeksi tumbuh lima persen.

"Harapannya 2020 sudah ada vaksin yang bisa didistribusikan sehingga awal 2021 ada tambahan vaksin yang disalurkan ke masyarakat," ucapnya.

Apalagi pada tahun depan perseroan memiliki target-target yang cukup besar terkait program pemerintah sektor perumahan. Di samping itu, Pahala juga menyebut dari sisi likuiditas saat ini masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan ekspansi kredit masa mendatang. 

"Kita estimasi tahun depan 5 persen-7 persen saya rasa cukup optimis. Itu juga tergantung dari alokasi dana untuk disalurkan ke KPR Subsidi," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA