Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Epidemilog Ingatkan Santri Taati Protokol Kesehatan

Kamis 22 Oct 2020 22:49 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Karta Raharja Ucu

Sejumlah santri yang tergabung dalam Laskar Santri Nusantara dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Salatiga mengikuti kirab dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 di kawasan Danau Rawa Pening, Radesa Wisata Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (22/10/2020). Kegiatan tersebut mengusung tema

Sejumlah santri yang tergabung dalam Laskar Santri Nusantara dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Salatiga mengikuti kirab dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 di kawasan Danau Rawa Pening, Radesa Wisata Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (22/10/2020). Kegiatan tersebut mengusung tema

Foto: Republika/Bowo Pribadi
Prokes sendiri sesuai dengan ajaran Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Santri di Indonesia merayakan hari peringatannya pada Kamis (22/10). Dalam peringatan ini, santri diingatkan terus menaati protokol kesehatan (prokes) agar terhindar dari Covid-19 selama menuntut ilmu. Kabid Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina Pane mengakui penerapan prokes di lingkungan santri bukan hal yang mudah. Sebab santri hidup dalam lingkungan guyub dan goyong royong.

Walau demikian, Masdalina tetap menyemangati santri agar menaati prokes seperti jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker. Prokes sendiri sesuai dengan ajaran Islam untuk selalu menjaga kebersihan dan menjauhkan diri dari penyakit.

"Protokol kesehatan cukup sulit diterapkan. Tapi bukan berarti tidak bisa. Semuanya harus ikut upaya mencegah Covid-19 ini," kata Masdalina dalam talkshow Peringatan Hari Santri di akun youtube BNPB, Kamis (22/10).

Masdalina juga mengingatkan santri agar tidak diam saja ketika mengalami sakit sekecil apa pun. Santri disarankan segera melaporkan rasa sakit yang dialaminya pada pembimbing agar mengantisipasi penularan.

"Kemudian Protokol kesehatan untuk rumah ibadah sudah ada ya tinggal dilakukan. Seperti jaga jarak antar jamaah, pakai masker, selalu cuci tangan saat berangkat dan pulang," ujar Masdalina.

Untuk pengurus Ponpes, Masdalina mengingatkan pentingnya melakukan penyemprotan desinfektan secara rutin. Tujuannya mematikan berbagai virus yang bisa saja menempel di areal ponpes.

"Bagi santri, pengurus dan semuanya terapkan pula Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," ucap Masdalina.

Secara khusus, Masdalina menyoroti potensi penularan dari luar lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes). Ia khawatir walau Ponpes menaati prokes, Covid-19 justru datang dari pihak luar.

"Upayanya dengan batasi kunjungan dari luar, populasinya harus sehat semua di dalam (Ponpes). Karena khawatir transmisi Covid-19 dari luar," kata Masdalina.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA