Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Wagub DKI: Pompa Diandalkan Hadapi Banjir di Seluruh Dunia

Kamis 22 Oct 2020 22:49 WIB

Red: Nur Aini

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

Foto: Shabrina Zakaria
Setiap tahun Pemprov DKI menambah jumlah pompa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut penggunaan pompa penyedot air yang digunakan Jakarta dalam menghadapi banjir tiap musim hujan, juga diandalkan di seluruh negara dunia dengan persoalan yang sama.

"Di dunia ini di semua negara-negara yang mengalami banjir ya pasti salah satunya mengandalkan pompa, selain program program lainnya," kata Riza di Jakarta, Kamis (22/10).

Politisi Gerindra itu mengatakan setiap tahun pemprov selalu menambah jumlah pompa yang akan disebar di Jakarta.

Baca Juga

"Ya kalau terkait pompa itu, selalu ada perbaikan atau revitalisasi. Selalu ada juga yang baru," ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air (SDA) pompa yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta sejauh ini mencapai 712 unit. Ada tiga jenis pompa yang dimiliki yakni yaitu Pompa Stasioner, Pompa Portabel dan Pompa Apung. Untuk pompa Stasioner jumlahnya mencapai 487 unit yang dipasang di 178 lokasi rawan banjir. Sementara pompa portabel sudah tersedia sebanyak 160 unit. Pompa portabel milik Pemda DKI punya kapasitas 400 liter per detik.

Lalu untuk pompa apung sebanyak 65 unit yang telah disebar ke lima wilayah DKI Jakartadan masing-masing wilayah mendapatkan 13 unit. Meski demikian, Riza masih mengeluhkan jumlah pompa itu masih kurang dan belum memadai untuk menangani banjir Ibu Kota.

"Kalau bicara pompa di Jakarta ini, sekalipun kita punya pompa dalam jumlah yang banyak, ya jumlahnya masih kurang. Setiap tahun kita selalu menambah pompa," ucapnya.

Sejauh ini, pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang menggarap sejumlah proyek untuk mencegah banjir di Jakarta, salah satunya adalah pengerukan sedimen lumpur di sungai (grebek lumpur) serta pembuatan sumur resapan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA