Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

UI Serahkan 600 Ribu Alat Swab ke RS DKI & Jabar

Kamis 22 Oct 2020 22:45 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Karta Raharja Ucu

Tes swab (ilustrasi).

Tes swab (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Flocked Swab HS-19 yang diserahkan adalah karya dalam negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Universitas Indonesia (UI) menyerahkan 600 ribu unit Flocked Swab HS-19 kepada sejumlah rumah sakit jaringan UI serta dinas kesehatan di DKI Jakarta dan Jawa Barat, pada Kamis (22/10). Flocked Swab HS-19 merupakan alat pengambil spesimen Covid-19 karya konsorsium UI dengan kandungan komponen dalam negeri mencapai hampir 100 persen.

Rektor UI Ari Kuncoro mengapresiasi kerja para ahli dan peneliti UI dalam mengembangkan produk inovatif serta tepat guna di tengah pandemi Covid-19. Inovasi ini menjadi jawaban atas tantangan dan masalah yang melanda Indonesia saat ini.

"Kami juga mengapresiasi kolaborasi dan dukungan mitra industri di dalam hilirisasi produk. HS-19 menjadi salah satu bukti nyata kemandirian produk kesehatan dalam negeri karya anak bangsa," kata Prof Ari dalam keterangan resmi yang diterima Republika.co.id, Kamis (22/10).

Sekretaris UI Agustin menambahkan sejak diluncurkan pada Mei 2020, HS-19 telah melalui berbagai perbaikan, baik dari sisi produksi maupun penyempurnaan proses kerja. Perbaikan-perbaikan ini dilakukan berdasarkan masukan yang dihimpun dari berbagai pihak.

"Produk ini menjadi bukti karya anak bangsa melalui kampus UI tercinta dan kolaborasi dengan berbagai industri, mampu menghasilkan alat pendukung kesehatan dalam negeri," ujar Agustin.

Dekan FTUI Hendri menjelaskan Flocked Swab Made in Indonesia HS-19 telah diproduksi setelah melalui tahapan riset dan pengujian dari Laboratorium Mikrobiologi FKUI. Hal ini demi memastikan produk telah aman digunakan bagi tenaga kesehatan maupun pasien.

"FTUI juga menyiapkan sarana pendukung untuk mempercepat proses purwarupa dan pengujian produk swab stick untuk komersialisasi," ucap Hendri.

Selain memperoleh bantuan dari Konsorsium, pengembangan produk HS-19 juga didanai hibah Program Pendanaan Perancangan dan Pengembangan Purwarupa (P5) dari Direktorat Inovasi dan Science Techno Park UI (DISTP UI), serta donasi dari berbagai pihak sebagai perwujudan semangat pentahelix dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Langkah selanjutnya, DISTP UI akan mulai mempersiapkan versi komersial yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Flocked Swab HS-19 merupakan alat pengumpul spesimen yang dipakai saat melakukan Polymerase Chain Reaction (PCR) test. Hingga saat ini, swab test menjadi standar diagnostik Covid-19 yang dianjurkan oleh World Health Organization (WHO), dikarenakan tingkat reliabilitas yang jauh lebih tinggi dibanding metode lainnya.

Swab test menggunakan mesin Polymerase Chain Reaction (PCR), yang mutlak membutuhkan Flocked Swab – produk pengumpul spesimen. Sampai sekarang, flocked swab masih sangat langka di Indonesia dan hanya bisa didapatkan melalui impor.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA