Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

'Sikap Brasil Jangan Bikin Uji Vaksin di Indonesia Terhenti'

Jumat 23 Oct 2020 01:31 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Presiden Brasil Jair Bolsonaro membatalkan rencana membeli vaksin Covid-19 dari China meskipun uji coba kandidat vaksin yang dikembangkan Sinovac tengah berlangsung di Sao Paulo.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro membatalkan rencana membeli vaksin Covid-19 dari China meskipun uji coba kandidat vaksin yang dikembangkan Sinovac tengah berlangsung di Sao Paulo.

Foto: AP/Eraldo Peres
Ahli epidemiologi menyebut sikap Presiden Brasil soal vaksin punya motif politik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahli epidemiologi Universitas Indonesia dr Tri Yunis Miko meminta pemerintah terus mengembangkan uji klinis vaksin Covid-19 sesuai lini masa yang telah dibuat. Isu terkait penolakan vaksin Covid-19 dari Sinovac yang menjadi komoditas politik di Brasil disebutnya tak perlu sampai memengaruhi proses uji coba yang tengah berlangsung di Indonesia.

Menurut Tri, kasus di Brasil erat kaitannya dengan sikap politik Presiden Jair Bolsonaro. Sang presiden menolak vaksin yang dikembangkan perusahaan farmasi China itu dengan latar belakang rivalitas politiknya dengan Gubernur Sao Paolo, Joao Doria. Sao Paolo merupakan wilayah yang ikut bekerja sama dengan Sinovac dalam mengembangkan vaksin lokal di Brasil.

"Indikator vaksin itu dapat dilihat dari tingkat keamanan dan efektivitasnya. Jadi, di luar faktor itu jangan sampai menghentikan proses. Pemerintah sepatutnya terus menjalan uji klinis vaksin," katanya.

Tri menegaskan, vaksin akan dilihat efikasinya atau kemampuannya melindungi tubuh seseorang. Menurut dia, pandemi Covid-19 ini nyaris menghentikan seluruh aktivitas manusia di muka Bumi. Para produsen dan ilmuwan di dunia pun berlomba-lomba menemukan vaksin untuk menghentikan penyebaran virus corona tipe baru, SARS-CoV-2, yang menyebabkan Covid-19.

"Dalam konteks ini, yang harus diperhatikan adalah bagaimana langkah-langkah vaksinasi kepada masyarakat. Ini sudah darurat," tegasnya.

Tri optimistis, program ini dapat berhasil menghasilkan vaksin lantaran uji coba sebelumnya disebut berlangsung aman. Ia berharap uji coba Fase 3 yang sedang berlangsung juga aman.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, sejauh ini uji klinis Fase 3 kandidat vaksin yang sedang dilakukan di Bandung tidak ada indikasi yang menghambat. PT Bio Farma optimistis proses pembuatan vaksin Covid-19 dapat berjalan lancar sesuai jadwal.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan,  Indonesia akan kedatangan pasokan dua jenis vaksin Covid-19. Tiga juta dosis vaksin dari Sinovac dan 15 juta dosis berupa bahan baku dari Sinopharm akan masuk pada akhir tahun.

Airlangga mengatakan, masih ada tahapan sertifikasi yang dibutuhkan sebelum vaksin Covid-19 Sinovac dapat digunakan ke masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kini pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengirimkan perwakilan ke pabrik Sinovac.

Sementara itu, Sinopharm akan mengirim 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku. Dari bahan baku tersebut, laboratorium Bio Farma akan memproduksinya menjadi vaksin dan disertifikasi oleh BPOM.

"Ini yang akan ada dalam bentuk vaksin mandiri," ujar Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (22/10).

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA