Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Jawa Barat Butuh 72 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Kamis 22 Oct 2020 21:21 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Nur Aini

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, didampingi Pjs Wali Kota Depok, Dedi Supandi, meninjau kegiatan simulasi vaksin Covid-19 di Puskesmas Tapos, Kota Depok, Kamis (22/10). Selain itu, mereka mengikuti kegiatan Ekspos Persiapan dan Strategi Vaksinasi Jawa Barat dan Kota Depok.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, didampingi Pjs Wali Kota Depok, Dedi Supandi, meninjau kegiatan simulasi vaksin Covid-19 di Puskesmas Tapos, Kota Depok, Kamis (22/10). Selain itu, mereka mengikuti kegiatan Ekspos Persiapan dan Strategi Vaksinasi Jawa Barat dan Kota Depok.

Foto: Republika/Rusdy Nurdiansyah
Vaksinasi di Jabar menyasar 36 juta warga

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Provinsi Jawa Barat membutuhkan vaksin Covid-19 hingga mencapai 72.145.938 dosis. Vaksinasi di Jabar menyasar 36 juta warga rentang usia 18-59 tahun.

Merespons pembelian vaksin Covid-19 tahap pertama oleh pemerintah pusat yang bisa diberikan kepada 9,1 juta warga Indonesia pada November hingga Desember 2020, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyiapkan sejumlah langkah vaksinasi, termasuk melakukan simulasi di Puskesmas Tapos, Kota Depok, Kamis (22/10). 

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jabar Marion Siagian yang juga Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah Provinsi Jabar,  menjelaskan vaksinasi di Jabar menyasar 36 juta warga rentang usia 18-59 tahun dari total penduduk hampir 50 juta jiwa. Rinciannya, menurut Marion, jumlah kebutuhan vaksin di Jabar mencapai 72.145.938 dosis, di mana satu orang mendapatkan dua dosis penyuntikan sehingga sasaran vaksinasi sebanyak 36.072.969 orang. 

Baca Juga

"Untuk (warga) 60 tahun ke atas dan 18 tahun ke bawah, kami masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan, apakah diikutsertakan (dalam vaksinasi) atau tidak," ujar Marion. 

Marion mengatakan, prioritas pertama vaksinasi sesuai Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi adalah tenaga kesehatan (nakes) dan TNI/Polri dengan kebutuhan 315.564 dosis vaksin untuk total sasaran sekitar 157.782 orang di Jabar. 

"Lalu untuk kelompok pelayanan publik (sebanyak) 95.248 orang dengan kebutuhan vaksin 190.496. Kami masih meng-update terus supaya pada hari-H (vaksinasi) semua kelompok prioritas ini bisa tercakup," katanya. 

Untuk proses vaksinasi, kata Marion, bahwa pihaknya akan menambah jumlah tenaga vaksinator terlatih yang saat ini sudah mencapai 1.094 orang. Sementara tenaga kesehatan di Jabar total berjumlah 85 ribu orang. 

Vaksin sendiri nantinya harus disimpan dalam suhu 2-8 derajat Celsius. Menurut Marion, pihaknya terus melakukan asesmen pada alat pendingin di seluruh tempat fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Jabar. 

"Vaksin itu mulai dari pengiriman sampai ke tubuh penerima harus dalam keadaan baik, harus disimpan di suhu 2-8 derajat Celcius. Untuk itu, kami melakukan asesmen terhadap kulkas-kulkas untuk penyimpanan vaksin di semua fasyankes," kata Marion. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA