Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Tanda Kiamat Maraknya Berlomba Tinggikan Bangunan, Benarkah?

Jumat 23 Oct 2020 05:20 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

Rasulullah SAW mengabarkan tanda-tanda terjadinya kiamat.  Ilustrasi Padang Pasir

Rasulullah SAW mengabarkan tanda-tanda terjadinya kiamat. Ilustrasi Padang Pasir

Foto: Pixabay
Rasulullah SAW mengabarkan tanda-tanda terjadinya kiamat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dari jalur Abu Hurairah, menyebutkan bahwa Nabi SAW berkata kepada Jibril AS saat ditanya ihwal kapan terjadinya Hari Kiamat. Lalu beliau menjawab dengan memaparkan ciri-cirinya.

عن عمر بن الخطاب رضي الله تعالى عنه قال:... فأخبرني عن الساعة قال: ما المسئول عنها بأعلم من السائل قال : فأخبرني عن أماراتها قال أن تلد الأمة ربتها وأن ترى الحفاة العراة العالة رعاء الشاء يتطاولون في البنيان   

"Lelaki itu berkata lagi, "Beritahukan kepadaku kapan terjadinya Kiamat." Nabi SAW menjawab, "Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya." Dia pun bertanya lagi, "Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!" Nabi menjawab, "Jika budak wanita telah melahirkan tuannya, jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa) serta penggembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi." (HR Muslim)  

Baca Juga

Hadits riwayat Muslim juga menyampaikan ciri-ciri Hari Kiamat. "Dan engkau menyaksikan orang yang tidak memakai sandal, telanjang lagi miskin yang menggembala domba, berlomba-lomba membuat bangunan yang tinggi."

Dalam hadits lain, yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Ibnu Abbas, Nabi Muhammad SAW ditanya sahabat soal siapa yang dimaksud penggembala itu. "Wahai Rasulullah, dan siapakah para pengembala, orang yang tidak memakai sandal, dalam keadaan lapar dan yang miskin itu?" Beliau menjawab, "Orang Arab."

Hadits riwayat Bukhari dari Abu Hurairah, menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan datang hari kiamat, hingga manusia berlomba-lomba meninggikan bangunan." 

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolani menjelaskan, makna berlomba-lomba meninggikan bangunan adalah setiap orang yang membangun rumah ingin rumahnya lebih tinggi daripada yang lainnya. Mungkin pula maknanya yaitu berbangga-bangga dengan memperhias dan memperindahnya, atau makna yang lebih umum dari itu.

Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil dalam kitabnya berjudul Asyraathus Saa'ah, menjelaskan, banyak dari mereka yang tunduk pada dunia, dan berlomba-lomba mengumpulkan harta dan menggunakannya pada tempat yang tidak layak menurut pandangan agama.

Sampai orang-orang badui dan atau yang lain dari kalangan orang-orang fakir dilapangkan untuk memperoleh dunia seperti yang lainnya. Mereka mulai mendirikan bangunan bertingkat dan berlomba-lomba di dalamnya.

Hal itu merupakan salah satu tanda kiamat yang muncul dekat dengan masa kenabian. Setelah itu menyebar sehingga manusia berbangga-bangga membuat bangunan tinggi dan menghiasi rumahnya karena dunia dibentangkan kepada kaum muslimin dan melimpahnya harta di genggaman mereka setelah banyaknya penaklukan. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA