Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Menyesalnya Pelatih Ajax karena tak Bisa Benamkan Liverpool

Kamis 22 Oct 2020 20:36 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Kiper Ajax Amsterdam Andre Onana beraksi ketika timnya digempur oleh Liverpool pada laga perdana penyisihan Liga Champions 2020/2021, Kamis (22/10).

Kiper Ajax Amsterdam Andre Onana beraksi ketika timnya digempur oleh Liverpool pada laga perdana penyisihan Liga Champions 2020/2021, Kamis (22/10).

Foto: AP Photo/Peter Dejong
Ajax tersungkur oleh gol bunuh diri.

REPUBLIKA.CO.ID, AMSTERDAM -- Pelatih Ajax Amsterdam Erik ten Hag menyayangkan timnya gagal memanfaatkan kondisi Liverpool yang sedang rentan dalam pertandingan fase grup Liga Champions, Kamis (22/10). Liverpool tidak pernah menang dalam tiga pertandingan sebelum jumpa Ajax. Laga kontra timnya pun jadi penampilan pertama the Reds tanpa Virgil van Dijk menderita cedera lutut yang serius.

Ten Hag pun tak menampik, sempat berpikir akan mengekploitasi segala beban yang tengah Liverpool pikul. "Itu akan menjadi bonus besar jika kami mengambil satu atau lebih poin," kata pelatih kepala Ajax itu dikutip dari ESPN, Kamis (22/10).  

Ajax memiliki peluang tetapi gol bunuh diri Nicolas Tagliafico di babak pertama sudah cukup bagi tim asuhan Juergen Klopp untuk mengunci kemenangan. "Saya pikir Liverpool rentan. Sayangnya, kami tidak memanfaatkannya sebaik mungkin," katanya.

"Kami tidak beruntung. Kami tampil baik secara kolektif. Kami meyakinkan, tetapi satu persen terakhir itu hilang, kami tidak mencetak gol meskipun kami menciptakan banyak peluang. Itulah cerita dari pertandingan ini," papar dia menambahkan.

Tagliafico membelokkan tendangan Sadio Mane pada 10 menit sebelum jeda untuk menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut. Kendati demikian, Ten Hag mengatakan, ada beberapa elemen dari penampilan Ajax yang membuatnya senang.

"Kami tahu kekuatan Liverpool, kami ingin mencegah full-back mereka, yang merupakan playmaker mereka, untuk maju. Itu satu," katanya.

Kedua, kata dia, mereka ingin mengontrol lini tengah. Menurutnya, kapten Ajax, Daley Blind sangat bagus dalam hal itu, karena sangat tenang dalam menguasai bola. Dengan cara itu, Ajax ingin menyerang pertahanan Liverpool dengan pukulan yang dalam.

"Saya pikir kami melakukan itu cukup baik beberapa kali," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA