Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Freeport Masih Simpan Sumber Daya Mineral 2,6 Miliar Ton

Kamis 22 Oct 2020 18:40 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

Ladang tambang terbuka yang dikelola PT Freeport Indonesia di Grasberg, Tembagapura, Timika, Papua.

Ladang tambang terbuka yang dikelola PT Freeport Indonesia di Grasberg, Tembagapura, Timika, Papua.

Foto: Antara
Sumberdaya mineral ini belum dikonversi ke cadangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Freeport Indonesia saat ini tercatat mempunyai cadangan terbukti dan siap diproduksi sebesar 1,8 miliar ton. Padahal, sumberdaya di wilayah konsensi kontrak masih ada 2,6 miliar ton lagi. Namun, sumberdaya ini belum dikonversi ke cadangan.

Senior Vice President for Exploration Division MIND ID Wahyu Sunyoto menjelaskan cadangan terbukti 1,8 miliar ton tersebut merupakan hasil eksplorasi yang lebih dulu dilakukan oleg PTFI pada 1989 dahulu. Namun, cadangan terbukti tersebut hanya cukup memenuhi produksi hingga 2040 saja, artinya saat masa kontrak berakhir.

"Sumber daya yang masuk kategori indiceted dan measured masih sekitar 2,6 miliar ton," kata Wahyu dalam diskusi virtual MIND ID, Kamis (22/10).

Hanya saja, sebenarnya untuk potensi sumberdaya masih ada 2,6 miliar ton lagi. Ia mengatakan sumber daya tersebut apabila dikonversi menjadi cadangan akan mencapai 50 persennya atau sekitar 1,3 miliar ton dan bila diproduksi bisa menghasilkan ore atau bijih mineral sebesar 150 ribu ton per hari.

Ia melihat hal ini merupakan potensi besar bagi bangsa nanti. Ia mengatakan perlu ada langkah startegis yang dilakukan BUMN Tambang untuk mempersiapkan untuk mengelola sumberdaya tersebut pasca kontrak Freeport berakhir.

"Sehingga kita harus jauh jauh hari kedepannya. Beyond 2041. Kalau tidak direncanakan sekarang, maka yang 2,6 miliar ton itu mungkin yang bisa diekstrak kecil sekali, mungkin sepertiga aja," ujar Wahyu.

Ia pun menilai memang kesempatan ini merupakan tugas BUMN. Apalagi kedepan BUMN cukup dapat previlage untuk bisa mengelola sumberdaya tersebut. Ia berharap manfaat dan nilai tambah buat masyarkat bisa lebih besar.

"Ini merupakan tugas kami di MIND ID, bahwa UU 3/2020 itu mensupport keberadaan BUMN kepastian untuk mendapatkan izin penambangan lifemine itu bisa diperoleh. Jadi, kami merencanakan untuk perencanaan tambang tanpa adanya batasan. Jadi sumberdaya yang sebesar itu bisa dioptimalkan untuk perencanaan," ujar Wahyu.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 
 

TERPOPULER