Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Libur Panjang, Wagub DKI: Tempat Terbaik Tetap di Rumah

Kamis 22 Oct 2020 16:24 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Yudha Manggala P Putra

Suasana jalan yang lengang di kawasan bisnis di Jalan Setiabudi, Jakarta, Selasa (7/4). Ilustrasi

Suasana jalan yang lengang di kawasan bisnis di Jalan Setiabudi, Jakarta, Selasa (7/4). Ilustrasi

Foto: Republika/Thoudy Badai
Masyarakat DKI diimbau tidak berlibur ke luar kota, sebaiknya tetap di rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tidak menampik bahwa saat pandemi Covid-19, warga Jakarta kerap kali menghabiskan masa libur panjang di daerah penyangga Ibu Kota. Namun, Riza menyampaikan, tempat terbaik untuk menjalani liburan saat PSBB transisi justru adalah tetap berada di rumah.

"Biasanya yang terjadi itu ya libur ke sekitar Jakarta, ada yang ke puncak, mungkin ke Anyer, mungkin ke Bandung, Bogor. Mungkin tempat yang terbaik dalam masa pelonggaran, seperti yang disampaikan Bapak Gubernur, juga saya sampaikan berkali-kali, tempat terbaik selama masa pelonggaran tetap berada di rumah," kata Riza di Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).

Ariza mengungkapkan, untuk mengantisipasi timbulnya klaster penyebaran Covid-19 akibat libur panjang, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pun sedang melakukan rapat bersama dengan pemerintah pusat. Dia juga meminta kepada masyarakat agar tidak berlibur ke luar kota selama libur panjang.

"Antisipasi liburan panjang lagi dirapatkan pak gubernur, juga tadi pagi sudah rapat dengan pemerintah pusat mengambil langkah-langkah terkait antisipasi libur panjang. Memang kami minta kepada seluruh masyarakat sejauh mungkin tidak melakukan liburan ke luar kota," jelas dia.

Ariza menegaskan, salah satu upaya mencegah penularan Covid-19 adalah dengan tetap beraktivitas di rumah. Dia pun mengimbau kepada masyarakat agar meminimalisir aktivitas di luar rumah, kecuali untuk keperluan mendesak.

"Karena setiap ada pelonggaran itu artinya potensi orang keluar rumah, bertambah, potensi interaksi bertambah, potensi orang kerumunan juga bertambah. Pada akhirnya potensi penyebaran jug bertambah," ujar Ariza.

"Kami minta melaksanakan protokol Covid. Pertama tetap berada d rumah, kecuali penting (untuk keluar rumah), kedua melakukan protokol kesehatan Covid-19, ketiga yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kesehatan kekebalan tubuh," sambungnya.

Adapun saat ini Pemprov DKI Jakarta masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi jilid 2. Kemudian pada akhir bulan ini, tepatnya tanggal 28 Oktober-1 November 2020 terdapat libur panjang dalam rangka memeringati Maulid Nabi Muhammad SAW.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA