Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Obama Kritik Trump Habis-habisan di Panggung Kampanye

Kamis 22 Oct 2020 14:40 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Obama melancarkan serangan terhadap Donald Trump yang akan menghadapi Joe Biden.

Obama melancarkan serangan terhadap Donald Trump yang akan menghadapi Joe Biden.

Foto: AP/Matt Slocum
Obama melancarkan serangan terhadap Donald Trump yang akan menghadapi Joe Biden

REPUBLIKA.CO.ID, PHILADELPHIA -- Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama kembali ke panggung kampanye. Dua pekan sebelum pemungutan suara, Obama melancarkan serangan terhadap Donald Trump yang akan menghadapi mantan wakilnya Joe Biden pada 3 November mendatang.

"Dia tidak menunjukkan ketertarikan dalam pekerjaannya atau membantu siapa pun selain dirinya," kata Obama mengenai Trump, Rabu (22/10).

Kampanye yang digelar di tempat parkir ini dihadiri sekitar 300 mobil. Dalam kampanyenya untuk Biden, pertama kalinya Obama mengkritik langsung Trump yang menggantikannya di Gedung Putih.

Obama yang berkuasa selama dua periode tetap tokoh yang paling populer di Partai Demokrat. Dalam kampanye ini Obama menyerang kegagalan Trump dalam mengatasi pandemi virus corona.

"Donald Trump tidak tiba-tiba melindungi kami semua, dia bahkan tidak dapat mengambil langkah dasar untuk melindungi dirinya sendiri," kata Obama.

Penampilan Obama mengisi celah yang ditinggalkan oleh Biden. Sejak Senin (19/10) mantan wakil presiden itu berada di rumahnya di Delaware untuk melakukan berbagai rapat dan persiapan menjelang debat di Nashville, Tennessee. Sebelum berkampanye, Obama bertemu dengan pemimpin komunitas masyarakat kulit hitam Philadelphia.

"Dalam empat tahun terakhir ini saya tidak pernah kehilangan harapan, saya marah, saya frustrasi, tapi saya tidak kehilangan harapan dan alasannya karena saya tidak pernah mengharapkan progres bergerak cepat di garis lurus," katanya.

Jumlah masyarakat AS yang memberikan suara lebih awal pemilihan tahun ini tembus rekor. Sebelum pemungutan suara resmi 3 November mendatang, sudah sekitar 42 juta suara dikirimkan melalui surat dan diberikan secara langsung.

Proyek Pemilihan Umum University of Florida mencatat surat suara yang sudah diberikan saat ini sekitar 30 persen dari total suara pemilihan tahun 2016 lalu. Saat Obama berkampanye, Trump menuju North Carolina yang juga menjadi tempat perebutan suara.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA