Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Survei Fed: Ekonomi AS Mulai Pulih, Tapi Tidak Merata

Kamis 22 Oct 2020 09:37 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Friska Yolandha

Hasil survei Federal Reserve (The Fed) menunjukkan, ekonomi Amerika Serikat (AS) terus pulih dengan kecepatan sedikit hingga sedang pada awal Oktober.

Hasil survei Federal Reserve (The Fed) menunjukkan, ekonomi Amerika Serikat (AS) terus pulih dengan kecepatan sedikit hingga sedang pada awal Oktober.

Foto: AP Photo/Manuel Balce Ceneta
The Fed melihat permintaan stabil terhadap rumah mendorong permintaan pinjaman.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Hasil survei Federal Reserve (The Fed) menunjukkan, ekonomi Amerika Serikat (AS) terus pulih dengan kecepatan sedikit hingga sedang pada awal Oktober. Masyarakat sudah mulai membeli rumah dan meningkatkan pengeluaran. Tapi, tingkat pertumbuhan sangat bervariasi dari satu sektor ke sektor lain.

Survei The Fed dilakukan di 12 distriknya dari September hingga 9 Oktober. Seperti dilansir Reuters, Rabu (21/10), laporan Beige Book Fed yang baru dirilis menunjukkan proyeksi lebih optimistis dibandingkan versi September. Lebih banyak distrik menggunakan kata ‘positif’ dan ‘optimistis’ untuk menggambarkan berbagai aspek ekonomi lokal mereka.

Api, laporan anekdotal tentang kondisi bisnis di seluruh distrik Fed menggambarkan pemulihan yang tidak merata. Pada pengeluaran konsumen, misalnya, Fed distrik Chicago melaporkan bahwa terjadi peningkatan kuat. Di sisi lain, Fed New York mengalami pertumbuhan stagnan dan Fed Kansas City menggambarkannya dengan sedikit penurunan.

Baca Juga

"Distrik menggambarkan proyeksinya secara umum positif atau optimistis, namun dengan ketidakpastian yang cukup besar," kata Fed dalam laporannya.

Aktivitas manufaktur meningkat pada kecepatan moderat dengan pertumbuhan belanja konsumen, namun beberapa distrik mengatakan, belanja ritel mulai stagnan.

The Fed menemukan permintaan yang stabil terhadap rumah telah mendorong pasar real estate perumahan dan meningkatkan permintaan pinjaman secara keseluruhan. Sebaliknya, pasar real estat komersial terus memburuk di banyak distrik, kecuali gudang dan ruangan industri.

Persediaan rumah dan mobil yang terbatas mungkin membatasi pertumbuhan penjualan di pasar-pasar tersebut dengan tingkat yang berbeda, menurut beberapa distrik.

Pasar tenaga kerja juga menunjukkan pertumbuhan beragam. Perekrutan terjadi dengan kecepatan bervariasi di seluruh sektor dan distrik Fed, namun tren PHK sementara hingga permanen tetap ada.

Survei Covid-19 oleh Fed Philadelphia menyimpulkan, pemanggilan kembali karyawan yang sempat dirumahkan telah melambat. Pertumbuhannya hanya lima persen pada September, dari 13 persen pada Juli.

Sementara itu, pangsa perusahaan yang melakukan PHK permanen naik tipis menjadi tujuh persen pada bulan lalu, dari enam persen pada Juli. “Share penerbitan kebijakan merumahkan yang baru turun tipis menjadi lima persen, dari enam persen,” ucap Fed Philadelphia.

Secara keseluruhan, tingkat pengangguran masih tinggi di seluruh AS. Sebagian distrik melaporkan adanya persaingan yang ketat di pasar tenaga kerja.

Setelah menurun dari akhir Juli hingga awal September, infeksi virus corona kembali meningkat di Negeri Paman Sam. Sebanyak 34 dari 50 negara bagian mengalami peningkatan kasus baru, setidaknya selama dua pekan berturut-turut, naik dari 29 negara bagian pada pekan sebelumnya.

Suhu yang dingin berpotensi membuat penyebaran virus semakin tinggi karena banyak masyarakat harus berada di dalam ruangan. Restoran di banyak distrik yang mendapat keuntungan dengan menyediakan tempat outdoor selama bulan-bulan musim panas, kini khawatir dengan cuaca dingin. Pergantian cuaca dicemaskan dapat mengganggu penjualan.

Ketua DPR Nancy Pelosi menegaskan pada Rabu, paket bantuan lain untuk membantu rumah tangga dan bisnis akan diberikan sebelum pemilihan presiden 3 November. Tapi, masih ada kerugian, apakah Partai Republik akan ikut serta.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA