Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Bayi Kena Sariawan, Apa yang Bisa Meredakan Nyerinya?

Kamis 22 Oct 2020 08:43 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Bayi menangis. Ketika bayi sariawan, orang tua harus memastikan agar buah hatinya tak sampai dehidrasi.

Bayi menangis. Ketika bayi sariawan, orang tua harus memastikan agar buah hatinya tak sampai dehidrasi.

Foto: Pixabay
Sariawan dapat mengganggu tumbuh kembang bayi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sepintas, sariawan tampak sebagai gangguan kesehatan yang ringan saja. Akan tetapi, sariawan ternyata bisa memengaruhi tumbuh kembang bayi dan anak-anak sebab mereka biasanya menjadi tak nafsu makan dan minum.

Dr Herwanto SpA mengatakan, ketika sariawan menyerang bayi dan anak-anak, pertolongan pertama yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah selalu rajin memberikan minum untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Hal tersebut dapat dilakukan sebelum menemukan obat yang tepat.

"Kalau makannya menurun bisa dimaklumi, tapi kalau minumnya yang turun bisa dehidrasi," kata dr Herwanto dalam acara "Kenali Sariawan pada Bayi dan Anak-Anak", pekan lalu.

Untuk meredakan nyeri akibat sariawan, ayah dan ibu bisa memberikan parasetamol yang dosisnya disesuaikan. Obat tersebut dapat membantu untuk meredakan rasa sakit untuk sementara.

"Pertolongan pertama, nyerinya diatasi, lukanya jangan sampai kotor, jangan sampai infeksi sehingga menjadi besar," jelas dr Herwanto.

Selain itu, dr Herwanto merekomendasikan pemberian makanan yang bertekstur lunak. Bubur, sayur, atau susu bisa disodorkan, sehingga kalau kena sariawan tidak terasa nyeri oleh anak.

Orang tua juga bisa mengoleskan aloevera atau lidah buaya pada bagian sariawan. Namun, pastikan bahwa lidah buaya tersebut sudah dibersihkan terlebih dahulu.

Untuk obat sariawan, dr. Herwanto menyarankan memberikan yang bersifat dioles pada bayi dan anak-anak. Jika sariawan berada pada rongga mulut bagian dalam, carilah yang berbentuk spray atau semprot.

"Kalau bayi apa pun yang masuk ke mulut pasti ditelan, kalau oles kan tepat sasaran. Kalau sudah delapan tahun atau remaja, mungkin bisa menggunakan yang kumur," kata dr. Herwanto.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA