Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Apa Itu Crawling dan Indexing?

Kamis 22 Oct 2020 21:19 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Apa Itu Crawling dan Indexing?. (FOTO: Unsplash/Campaign Creators)

Apa Itu Crawling dan Indexing?. (FOTO: Unsplash/Campaign Creators)

Apa Itu Crawling dan Indexing?

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Terdapat dua faktor yang memiliki peranan penting dalam strategi SEO, yaitu crawling dan indexing. Di saat yang bersamaan, permasalahan dalam melakukan crawling dan indexing dapat menyebabkan situs Anda kehilangan peringkatnya di halaman mesin pencarian. Hal itu terlepas dari konten sehebat apapun atau berapa banyak backlink yang Anda miliki.

Memiliki situs yang telah di-crawl dan diindeks sangat penting bagi keberhasilan pemasaran digital. Jika situs Anda dapat tampil di halaman mesin pencari, situs web Anda perlu di-crawl dan diindeks terlebih dahulu. Sesederhana itu. Namun, untuk memahami bagaimana keberhasilan dalam crawling dan indexing, Anda terlebih dahulu harus memiliki pemahaman tentang apa itu crawling dan indexing pada situs web, dan mengapa itu menjadi hal yang penting bagi SEO. Untuk itu, simak penjelasan berikut.

Baca Juga: 4 Tantangan Besar dalam Digital Marketing

Pengertian Crawling

Crawling adalah sebuah proses di mana mesin pencarian seperti Google dapat mencari dan memindai konten yang berada di situs web berupa artikel, lembar produk, gambar, link, dll. Mesin pencarian menggunakan alat yang disebut sebagai crawler (juga disebut sebagai bot atau spider) untuk memutuskan situs web mana yang akan dipindai.

Crawler akan menemukan konten terbaru dengan mengidentifikasi dan merekam setiap link yang ditemukannya pada halaman yang telah dipindai lalu memasukkannya ke dalam daftar URL yang akan di-crawl. Tindakan ini sangat penting untuk melakukan strategi SEO karena ini adalah momen ketika mesin pencari menemukan jumlah dan kualitas koneksi pada suatu halaman.

Setiap kali crawler mengunjungi halaman situs web, mereka akan melihat melalui "Document Model Object" (atau DOM) pada halaman situs untuk mengetahui apa yang ada di dalamnya. DOM adalah kode HTML dan Javascript yang telah dirender dari halaman situs dan bisa dilihat crawler untuk menemukan link ke halaman lain. Ini memungkinkan mesin pencarian untuk menemukan halaman baru di situs web dan setiap link baru tersebut akan dimuat ke dalam antrean yang akan dikunjungi crawler di lain waktu.

Crawling pada seluruh situs web setiap harinya akan menjadi tugas yang berat sehingga Google biasanya melakukan crawling selama beberapa minggu. Proses ini dimulai dengan sekumpulan situs web tepercaya yang berfungsi sebagai dasar untuk mengukur performa situs web lain.

Pengertian Indexing

Indexing adalah proses di saat mesin pencari melakukan pengindeksan atau pengarsipan terhadap informasi yang ada di situs tersebut. Setelah mengekstrak konten dari halaman situs, crawler akan meletakkannya di indeks halaman yang dikunjungi dan mengatur semua informasi yang ada. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk mengukur relevansi halaman situs dengan halaman serupa.

Pada akhirnya, Google akan mengindeks konten terbaru yang menurut mereka akan meningkatkan pengalaman pengguna atau klien mereka yang sedang mencari suatu informasi terkait. Mesin pencari akan memilih dengan saksama untuk mencoba menyediakan situs web yang paling relevan pada istilah penelusuran tertentu.

Anda mungkin pernah mendengar istilah "Duplicate Content" di artikel SEO lainnya. Duplikat konten adalah sebuah teknik black SEO di mana Google sebagai mesin pencarian akan memberikan peringkat pada situs dengan menilai keaslian dan plagiasi dari suatu konten sehingga bagi para pengguna teknik terlarang ini akan mendapat penalty karena melanggar ketentuan dan pedoman Google. Oleh karena itu, jauhi penggunaan teknik black SEO.

Jika apa yang Anda tulis memberikan lebih banyak informasi atau jika Google yakin bahwa dengan menampilkan halaman situs Anda dapat memberikan pengalaman yang baik kepada pengguna, Google akan mengindeks lalu memberikan peringkat pencarian pada situs Anda. Inilah sebabnya mengapa Anda perlu menyediakan konten yang kaya akan spesifikasi SEO. Makin banyak halaman berkualitas yang diindeks melalui internal link ke halaman lain, maka hal tersebut dapat menjamin perfoma terbaik SEO Anda.

Apa Pentingnya Melakukan Crawling dan Indexing?

Jika Anda ingin mendapatkan peringkat terbaik dalam pencarian Google, situs yang Anda miliki perlu di-crawl dan diindeks terlebih dahulu. Jika situs Anda ingin diindeks, Google bot harus dapat melakukan crawling pada situs Anda secara efektif dan teratur. Jika Anda belum indexing, Anda tidak dapat menemukan situs tersebut di pencarian Google meskipun Anda sudah menelusuri seluruh paragraf yang tertulis di situs web Anda. Mesin pencarian juga membutuhkan salinan halaman dari situs Anda. Itulah pentingnya melakukan crawling dan indexing pada situs web.

Ada cara mudah untuk membuat situs Anda untuk di-crawl. Semua situs web yang terdaftar memiliki site structure untuk di-crawling secara konsisten. Jika Anda telah memperbarui suatu laman, peringkatnya tidak akan lebih baik dalam pencarian Google sampai halaman tersebut diindeks lagi. Mendapatkan respons yang cepat dari mesin pencarian sangat bermanfaat untuk situs web, terutama untuk pembaruan konten dan tanggal postingan yang merupakan faktor dalam mendapatkan peringkat pencarian teratas.

Baca Juga: 5 Cara Optimalkan Digital Marketing

Membuat site structure agar dapat di-crawl mesin pencarian secara efisien merupakan salah satu faktor penting keberhasilan on-page SEO. Memastikan agar situs Anda dapat diindeks adalah langkah pertama dalam merencanakan strategi SEO yang sukses.

Apa yang Memengaruhi Kemampuan Crawling dan Indexing?

1. Site Structure

Struktur informasi sebuah situs web memainkan peran penting dalam kemampuan crawling. Misalnya, jika situs Anda menampilkan laman yang tidak dihubungkan dari situs mana pun, crawler situs web mungkin akan kesulitan untuk mengaksesnya.

Tentu saja, crawler masih dapat menemukan halaman tersebut melalui link eksternal, asalkan seseorang sudah mereferensikannya di konten mereka. Secara keseluruhan, struktur situs yang lemah dapat menyebabkan masalah pada crawling.

2. Struktur Internal Link

Web crawler menjelajahi melalui situs web dengan mengikuti link yang tersedia, seperti yang Anda lakukan pada situs web mana pun. Oleh karena itu, crawler hanya dapat menemukan halaman yang sudah Anda hubungkan dari konten lain.

Oleh karena itu, struktur internal yang baik akan membantu crawler dengan cepat dalam laman apapun yang ada didalam situs Anda. Namun, struktur yang buruk dapat menyebabkan crawler menemui jalan buntu sehingga crawler akan melewati beberapa konten yang ada di situs web Anda.

3. Permasalahan Redirects

Pengalihan halaman rusak (broken page redirect) akan menghentikan crawler web yang sedang berada di jalurnya. Hal ini mengakibatkan masalah kemampuan crawl dalam memindai halaman situs.

4. Kesalahan Server

Seperti faktor sebelumnya, permasalahan terkait server lainnya dapat mencegah crawler web untuk dapat mengakses semua konten Anda.

5. Skrip yang Tidak Sesuai dan Faktor Teknologi Lainnya

Masalah dalam crawling juga bisa muncul sebagai akibat dari teknologi yang Anda gunakan di situs web. Berbagai skrip seperti Javascript atau Ajax juga dapat memblokir konten dari crawler web.

6. Memblokir Akses Crawler Web

Terakhir, Anda dapat dengan sengaja memblokir crawler web agar tidak mengindeks halaman di situs Anda. Ada beberapa alasan bagus untuk melakukan ini. Misalnya, Anda telah membuat halaman yang ingin Anda batasi akses publiknya. Sebagai bagian dari pencegahan akses, Anda juga harus memblokirnya dari mesin pencari.

Namun, Anda secara tidak sengaja dapat memblokir halaman lain. Misalnya, kesalahan sederhana pada kode yang dapat memblokir seluruh bagian situs.

Cara Melihat Situs yang Telah Diindeks

Apabila situs Anda mendapatkan trafik yang baik, kemungkinan besar situs tersebut telah diindeks mesin pencarian. Jika Anda masih belum yakin, cara tercepat dan termudah untuk mengetahuinya adalah dengan menggunakan perintah penelusuran "situs:". Contohnya adalah sebagai berikut:

Masuk ke pencarian Google lalu ketik nama domain situs web Anda yang diawali dengan kata site/situs (situs:namadomainanda.com). Ini akan menampilkan setiap halaman yang telah diindeks di domain tersebut. Perhatikan bahwa ketikan pada domain tersebut tidak menggunakan spasi dan Anda harus menyertakan "www" di awal kalimat.

Baca Juga: 5 Tools Terbaik untuk Digital Marketing

Untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik tentang apakah situs Anda telah diindeks, kirimkan sitemap ke Google Search Console. Alat ini akan menunjukkan banyak informasi tentang masalah dalam crawling atau indexing yang dihadapi situs Anda.

Cara Mudah Melakukan Crawling dan Indexing

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memastikan crawler web dapat mudah mengakses dan mengindeks laman Anda, yaitu:

1. Kirimkan Sitemap ke Google

Sitemap adalah sebuah file kecil yang berada di folder root domain Anda. File tersebut berisi direct link ke setiap halaman di situs Anda dan mengirimkannya ke mesin pencari menggunakan Google Search Console.

Sitemap akan memberitahu Google seputar konten Anda buat serta menginformasikan segala pembaruan apapun yang Anda lakukan.

2. Perkuat Internal Link

Untuk meningkatkan peluang crawler, Google menemukan semua konten yang ada di situs Anda, perbaiki link antarhalaman untuk memastikan bahwa semua konten tersebut dapat terhubung.

3. Perbarui dan menambahkan konten baru secara teratur

Konten adalah bagian terpenting dari situs Anda. Konten dapat membantu Anda untuk menarik pengunjung, memperkenalkan bisnis Anda kepada mereka, serta mengubah mereka menjadi pelanggan Anda.

Dengan membuat konten juga akan membantu Anda dalam meningkatkan kemampuan crawling pada situs Anda. Pertama, crawler situs web akan mengunjungi situs yang terus-menerus memperbarui konten mereka secara teratur. Dengan ini, mereka akan melakukan crawling dan indexing pada laman Anda lebih cepat.

4. Hindari menduplikasi konten apapun

Memiliki duplikat atau halaman yang menampilkan konten yang sama atau sangat mirip dapat mengakibatkan hilangnya peringkat pencarian situs Anda. Duplikasi konten juga dapat menurunkan frekuensi crawler untuk mengunjungi situs web Anda. Jadi, periksa dan perbaiki masalah duplikat konten di situs Anda.

5. Percepat waktu buka halaman Anda

Crawler situs web biasanya hanya memiliki waktu terbatas yang dapat mereka gunakan untuk crawling dan indexing pada situs Anda. Hal ini dikenal sebagai crawl budget. Pada dasarnya, mereka akan meninggalkan situs Anda setelah waktu berlakunya telah habis. Jadi, makin cepat situs Anda memuat laman, makin banyak crawler yang dapat mengunjungi situs tersebut sebelum kehabisan waktu.

Sebagian besar pemasar mengetahui bahwa untuk menentukan peringkat pencarian situs web, mereka membutuhkan setidaknya sebuah konten dan backlink yang kuat dan relevan sehingga bisa meningkatkan otoritas situs web mereka.

Yang sering kali tidak mereka ketahui adalah bahwa upaya mereka akan sia-sia jika crawler mesin pencarian tidak dapat melakukan crawling dan mengindeks situs mereka.

Selain berfokus pada upaya penambahan dan pengoptimalan laman untuk kata kunci yang relevan dan melakukan site building, Anda harus terus memantau apakah crawler web dapat mengakses situs Anda dan melaporkan apa yang mereka temukan ke mesin pencarian.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA