Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Permalukan Madrid, Pelatih Shakhtar Sebut Timnya Fantastis

Kamis 22 Oct 2020 04:44 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Israr Itah

Para pemain Shakhtar Donetsk merayakan gol ke gawang Real Madrid dalam pertandingan Liga Champions.

Para pemain Shakhtar Donetsk merayakan gol ke gawang Real Madrid dalam pertandingan Liga Champions.

Foto: AP Photo/Manu Fernandez
Shakhtar Donetsk menaklukkan Real Madrid 3-2 di Estadio Alfredo di Stefano.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Shakhtar Donetsk membuat kejutan pada matchday perdana Grup B Liga Champions musim 2020/21. Wakil Ukraina itu berhasil mengamankan tiga angka dari Real Madrid. Skuat polesan Luis Castro menaklukkan Madrid 3-2 di Estadio Alfredo di Stefano, Madrid, dalam duel yang berakhir pada Kamis (22/10) dini hari WIB.

"Para pemain melakukan segalanya dengan fantastis. Kami tim yang bersatu, dari menit pertama hingga terakhir," kata Castro, dikutip dari laman resmi UEFA.

Sejak awal arsitek 59 tahun ini menyadari kesulitan yang akan mereka hadapi. Shakhtar bertemu tim terbesar di kompetisi ini.

Baca Juga

Oleh karenanya pasukannya mempersiapkan diri dengan baik. Rencana elite Ukraina itu berjalan lancar, yang menghukum Los Blancos dengan serangan balik mematikan.

"Kami menampikan babak pertama terbaik sepanjang musim ini bergulir. Kami bisa saja mencetak lebih banyak gol, juga pada babak kedua," ujar Castro.

Sebelum turun minum, kubu tamu sempat memimpin 3-0. Namun Madrid sanggup memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3.

Castro lantas menginstruksikan anak asuhnya agar fokus menjaga pertahanan. "Secara keseluruhan kami menunjukkan kualitas kami dalam hal taktik dan skill," ujar juru taktik asal Spanyol itu.

Ada sejumlah rekor tercipta setelah pertandingan ini. Madrid baru saja mengalami tiga kekalahan beruntun di kompetisi Eropa.

Sejak Maret 1999, Shakhtar Donetsk menjadi tim Ukraina pertama yang mampu mengalahkan Los Blancos, pada ajang Liga Champions. Sebelumnya Dynamo Kiev melalukan hal yang sama sekitar 21 tahun lalu.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA