Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Polisi tak Temukan Pelajar Dua Kali Terlibat Unjuk Rasa

Kamis 22 Oct 2020 03:24 WIB

Red: Ratna Puspita

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus

Foto: Antara Foto/Galih Pradipta
Pelajar yang diamankan diminta membuat surat pernyataan tak mengulangi perbuatannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya mengamankan 270 pemuda dan pelajar dalam unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja pada 20 Oktober 2020. Polisi tidak menemukan pemuda atau pun pelajar yang pernah diamankan dalam unjuk rasa sebelumnya.

"Alhamdulillah tidak ada (pelajar yang diamankan dua kali)," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (21/10).

Polda Metro Jaya bersama polres di wilayah hukumnya mengamankan ribuan pemuda dan pelajar dalam unjuk rasa 8 dan 13 Oktober 2020. Hampir semuanya telah dipulangkan dengan syarat dijemput oleh orang tuanya.

Baca Juga

Pelajar yang diamankan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Jika kedapatan ada pemuda maupun pelajar yang dua kali diamankan maka pemuda atau pelajar tersebut akan diproses secara hukum.

"Mungkin karena banyak kemarin takut dia. Karena sudah bikin pernyataan, kalau mengulang akan ditindak sesuai hukum, karena terdata semua," ujar Yusri.

Polda Metro Jaya bersama polres di wilayah hukumnya mengamankan 1.192 pemuda dan pelajar terkait ricuh unjuk rasa 8 Oktober 2020, dan 1.377 orang pada 13 Oktober 2020. Semuanya telah dipulangkan kepada orang tuanya.

Namun, ada 131 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan ada 69 orang yang ditahan oleh polisi lantaran terlibat tindak kriminal.

Kemudian pada unjuk rasa 20 Oktober 2020, Polda Metro Jaya bersama jajaran polres di wilayah hukumnya kembali mengamankan 270 orang, semuanya merupakan wajah baru. Pemuda dan pelajar tersebut diduga terlibat ricuh unjuk rasa lantaran termakan hasutan dan provokasi lewat media sosial.

Polisi juga telah mengamankan tiga orang admin grup maupun akun media sosial yang menghasut dan memprovokasi para pelajar tersebut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA