Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

1 dari 20 Orang Alami Gejala Covid-19 Berkepanjangan

Kamis 22 Oct 2020 05:00 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Aktris Alyssa MIlano masih belum sembuh sepenuhnya setelah kena Covid-19.

Aktris Alyssa MIlano masih belum sembuh sepenuhnya setelah kena Covid-19.

Foto: EPA
Cukup banyak pasien yang masih bergelut dengan gejala long Covid hingga enam bulan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Covid-19 dapat memunculkan beragam gejala dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Pada sebagian pasien, gejala Covid-19 tampak bertahan lebih lama dibanding yang lainnya.

Studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari King's College London menemukan bahwa gejala Covid-19 bisa bertahan antara satu hingga tiga bulan. Gejala yang berkepanjangan ini dikenal sebagai gejala long Covid.

Menurut studi ini, satu dari 20 pasien masih mengalami gejala setelah delapan pekan berlalu. Selain itu, tercatat pula bahwa satu dari 50 pasien masih mengalami gejala setelah tiga bulan kemudian.

Studi ini dipimpin oleh Dr Claire Steves dan Profesor Tim Sepctor. Tim peneliti menggunakan data dari 4.182 pasien Covid-19 yang menggunakan aplikasi Covid Symptom Study.

Kecenderungan pasien untuk mengalami gejala long Covid dinilai dipengaruhi oleh beragam faktor. Beberapa di antaranya adalah usia yang lebih tua, memiliki lebih dari lima gejala di pekan pertama terkena Covid-19, serta jenis kelamin perempuan.

Perempuan memiliki kecenderungan 50 persen lebih besar untuk mengalami long Covid dibandingkan laki-laki. Akan tetapi, ini hanya berlaku pada kelompok usia di bawah 50 tahun.

Penyandang asma yang terkena Covid-19 juga lebih memiliki kecenderungan untuk mengalami gejala long Covid. Belum diketahui apakah pasien Covid-19 dengan masalah kesehatan lain juga memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk mengalami gejala long Covid.

Tak hanya itu, berat badan juga dinilai turut berperan. Pasien dengan indeks massa tubuh yang lebih tinggi memiliki kecenderungan sedikit lebih tinggi untuk menjadi long hauler, istilah lain untuk menyebut orang yang sudah sembuh tetapi masih merasakan gejala Covid-19.

"Gejala tunggal yang paling umum adalah kelelahan yang sangat berat, kelelahan yang tidak menjadi lebih baik dengan istirahat, dan itu adalah salah satu ciri utamanya," ujar Dr Sarah Jarvis, seperti dilansir ITV.

Akan tetapi, gejala long Covid bisa sangat beragam. Selain merasa lelah, kehilangan indra penciuman dan perasa yang tak kunjung kembali juga bisa menjadi gejala long Covid.

Gejala long Covid lain yang bisa terjadi adalah masalah pernapasan dan kardiovaskular, batuk, dan sakit kepala. Selain fisik, gejala long Covid juga bisa berupa masalah kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, perubahan suasana hati, dan masalah tidur.

"Dan seterusnya, termasuk perubahan pada indra penciuman Anda dan perubahan pada pencernaan Anda, semua bisa terjadi," kata Dr Jarvis.

Dr Jarvis bahkan mengungkapkan bahwa ada cukup banyak pasien yang masih bergelut dengan gejala long Covid hingga enam bulan. Pasien Covid-19 yang pernah mendapatkan perawatan di ruang intensif dinilai Dr Jarvis bisa mengalami gejala lebih lama lagi.

"Sebagiannya tergantung pada seberapa tidak baik kondisi pasien," ungkap Dr Jarvis.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA