Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Pakar: Restoran Tempat Rawan Penularan Covid-19

Kamis 22 Oct 2020 01:00 WIB

Red: Nora Azizah

Penularan Covid-19 di restoran bisa ditekan dengan tes usap secara berkala (Foto: ilustrasi makan di restoran)

Penularan Covid-19 di restoran bisa ditekan dengan tes usap secara berkala (Foto: ilustrasi makan di restoran)

Foto: ANTARA/M Agung Rajasa
Penularan Covid-19 di restoran bisa ditekan dengan tes usap secara berkala.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Pakar kesehatan Universitas Andalas (Unand) Padang, Dr Andani Eka Putra, mengatakan, rumah makan dan restoran menjadi tempat rawan penularan Corona Virus Disease (COVID-19) untuk saat ini. Menurut dia, kerawanan rumah makan diperparah ketika konsumen dan pelayanan di restoran yang tidak memakai masker.

"Saat ini hampir tidak ada restoran dan rumah makan yang aman, dalam sebuah tes usap pada salah satu restoran, hampir 30 persen karyawannya terinfeksi," kata Andani di Padang, Rabu (21/10).

Ia mengatakan, cara paling tepat untuk mengatasi penyebaran COVID-19 di rumah makan adalah dengan melakukan pemeriksaan tes usap berkala bagi pengelola dan karyawan restoran. Andani berharap para pengelola dan karyawan restoran menerapkan protokol COVID-19 yang benar dan semua pelayan wajib pakai masker, jaga jarak dengan pengunjung.

"Masyarakat kita cenderung lalai, namun begitu terinfeksi stres minta ampun, ini yang terjadi, sudahlah mental tidak kuat lalai pula," katanya

Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand itu mengingatkan kalau merasa tidak kuat atau takut menghadapi COVID-19 maka jaga diri dan keluarga. Ia mengingatkan agar tidak banyak keluar rumah karena angka infeksi COVID-19 di Padang masih tinggi.

Berbicara tentang new normal, Andani mengatakan, new normal adalah sebuah karakter baru, yakni bagaimana melakukan adaptasi terhadap kondisi pandemi. Konsep new normal kembali pada kondisi normal, pada kondisi yang ada.

"Namun bukan kembali kepada kondisi semula. Konkretnya, kondisi adaptif atau penyesuaian terhadap kondisi era pandemi dengan memakai masker , jaga jarak dan lain sebagainya," kata dia.

Ia mengatakan pandemi ini tidak bisa diselesaikan sendiri. Pandemi hanya bisa diselesaikan dengan keterlibatan semua komponen bangsa.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA