Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Umat Muslim Diminta Teladani Sifat Mulia Nabi Muhammad

Kamis 22 Oct 2020 05:05 WIB

Red: Ani Nursalikah

Umat Muslim Diminta Teladani Sifat Mulia Nabi Muhammad

Umat Muslim Diminta Teladani Sifat Mulia Nabi Muhammad

Foto: REUTERS/Damir Sagolj
Memperingati Maulid Nabi menjadi momen bermuhasabah.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- Gubernur Nusa Tenggara Barat H Zulkieflimansyah berharap peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dapat dijadikan umat Muslim sebagai momentum untuk meneladani sifat-sifat mulia Nabi Besar Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

"Sebagai umat Muslim, kita harus meneladani sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW," ujar Zulkieflimansyah saat menghadiri acara maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul Datok Lopan ke-78 di Praya Tengah, Lombok Tengah, Rabu (21/10).

Ia menambahkan, Nabi Muhammad merupakan satu-satunya sosok dalam sejarah di bumi yang riwayat hidupnya detail diabadikan hingga 15 abad setelah meninggal dunia. "Tidak ada satu manusia pun dalam sejarah bumi yang diketahui detailnya dan dinarasikan 15 abad kemudian kecuali Nabi Besar Muhammad shalallahu alaihi wasallam," ujar gubernur yang populer disapa Bang Zul tersebut.

Baca Juga

Memperingati Maulid Nabi bukan sekadar acara seremonial. Tetapi juga menjadi momen untuk bermuhasabah atau introspeksi diri, sejauh mana sudah mengenal dan meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Terutama keempat sifat utama Rasul, yakni shiddiq, tabligh, amanah, dan fathonah.

"Saya yakin kalau masing-masing kita meneladani sifat-sifat Rasulullah, mengikuti sunnahnya, mudah-mudahan kita pasti menjadi manusia yang lebih baik dan ingat kita berkumpul seperti ini wajib terapkan protokol kesehatan dan tetap jaga ukhuwah islamiyah kita ya," ujarnya.

Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri Gubernur NTB ini juga dirangkaikan dengan peringatan haul Datok Lopan ke-78. Datoq Lopanyang bernama lengkap TGH L Muhammad Sholeh merupakan figur publik masyarakat Pulau Lombok yang digelari seorang waliyullah. Walau telah wafat pada 1942 (awal penjajahan Jepang), namun kecintaan masyarakat hingga kini tidak berkurang sedikit pun.

Terbukti setiap hari Makam Ketak (tempat pemakaman Datoq Lopan) selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat khususnya masyarakat Lombok Tengah untuk berdoa dan berziarah. Bahkan, Haul Datoq Lopan hingga saat ini masih tetap diperingati oleh seluruh jemaah Datoq Lopan.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA