Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Korea Indonesia Film Festival Bisa Disaksikan Virtual

Kamis 22 Oct 2020 00:10 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nora Azizah

Korea Indonesia Film Festival (KIFF) segera digelar pada 28-31 Oktober 2020. Acara dalam format luring berlangsung di bioskop CGV Bandung dan acara dengan format daring bisa diakses via aplikasi GoPlay.

Korea Indonesia Film Festival (KIFF) segera digelar pada 28-31 Oktober 2020. Acara dalam format luring berlangsung di bioskop CGV Bandung dan acara dengan format daring bisa diakses via aplikasi GoPlay.

Foto: Tangkapan layar
Tahun ini, Korea Indonesia Film Festival akan digelar di bioskop dan virtual.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Korea Indonesia Film Festival (KIFF) 2020 tetap terselenggara di tengah pandemi Covid-19. Untuk memaksimalkan pengalaman menonton, KIFF 2020 disajikan lewat dua platform, yakni di bioskop dan kanal virtual.

Penikmat film Korea Selatan dan sinema Tanah Air bisa mengikuti KIFF 2020 yang berlangsung pada 28-31 Oktober 2020. Pelaksanaan secara luring dilakukan di dua bioskop CGV kota Bandung, yakni CGV Paris Van Java dan CGV Kings Shopping Center.

Sementara, pemutaran film secara daring bisa diakses melalui GoPlay, platform video-on-demand besutan Gojek Group. Untuk menyimak film via GoPlay, penonton tidak perlu membayar apapun, cukup dengan mengunduh aplikasi GoPlay.

Berbeda dengan film yang diputar di dua bioskop CGV Bandung, penonton harus membayar tiket seharga Rp 5 ribu yang dapat dibeli pada hari penayangan. Jadwal penayangan bisa disimak pada situs dan aplikasi CGV.

Total terdapat 17 film yang diputarkan pada KIFF 2020, terdiri dari 14 film Korea dan tiga film Indonesia. Sinema Korsel The Swordsman arahan sutradara Choi Jae-Hoon yang menampilkan aktor Indonesia Joe Taslim, menjadi film pembuka KIFF 2020.

KIFF yang tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-10, adalah acara rutin Pusat Kebudayaan Korea atau Korean Cultural Center Indonesia (KCCI). Tujuannya yakni memperkenalkan kebudayaan Korsel dan Indonesia melalui film.

Direktur KCCI Kim Yong Woon menyampaikan harapan agar KIFF 2020 bisa semakin mendekatkan penikmat film dengan kebudayaan Korsel dan Indonesia. Pelaksanaan secara daring dan luring diyakini bisa menjangkau penonton yang lebih luas.

"Kami berharap semakin banyak warga Indonesia berminat ke film buatan Korea. Penayangan film-film ini juga diharapkan bisa memberikan manfaat positif dalam kerja sama bidang perfilman antara Korea dan Indonesia," ujarnya.

Perwakilan CGV, Manael Sudarman, memastikan penerapan protokol kesehatan yang ketat pada penyelenggaraan KIFF 2020 di bioskop. Penonton dan semua petugas bioskop wajib mengenakan masker. Ada proses pengecekan suhu dan pengisian formulir data diri.

Dia menyampaikan pertimbangan penyelenggaraan di CGV Kota Bandung guna menjaring jumlah audiens yang lebih masif. Meskipun, tetap dengan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen sesuai peraturan dari pemerintah.

Sementara, penyelenggaraan di CGV Jakarta tidak dilakukan karena ada aturan pembatasan kapasitas penonton yang lebih ketat, yakni hanya boleh mengisi kursi penonton 25 persen dari kapasitas. Itu sebabnya Bandung dianggap sebagai pilihan tepat.

"Dengan tata cara baru ini, kami berharap KIFF 2020 tetap bisa dinikmati oleh penonton dan meninggalkan kesan terbaik. Bagaimana caranya membawa kembali pengalaman menonton konten di bioskop," kata Manael.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA