Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Tim TGPF akan Umumkan Hasil Investigasinya

Polri: Silakan Kita kan Masing-Masing

Rabu 21 Oct 2020 18:16 WIB

Rep: Ali Mansur / Red: Agus Yulianto

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono

Foto: ANTARA/Reno Esnir
Diduga ada aparat terlibat dalam pembunuhan pendeta Yeremia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pihak Kepolisian menghormati apapun hasil yang diperoleh Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) konflik di Intan Jaya, Papua, terkait kasus yang menewaskan seorang pendeta bernama Yeremia Zanambani. Tim tersebut telah bekerja sejak 1-17 Oktober dan hasilnya diduga ada keterlibatan aparat dalam kasus tewas pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya, 

"Kita tunggu, hormati apapun hasilnya. Polri sesuai fakta hukum berjalan saja, beliau kan TGPF, silakan kita kan masing-masing," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/10).

Sebelumnya, Awi juga pernah menyampaikan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kerap menyebar informasi jika pelaku penembakan pendeta di Intan Jaya tersebut adalah personel TNI. Bahkan, Awi menyebut, propaganda-propaganda serupa kerap dilontarkan oleh KKB.

"Selama ini memang propaganda KKB memang demikian selalu menyudutkan dan menyalahkan Polri dan TNI di sana," kata Awi Setiyono beberapa waktu lalu

Dikatakan Awi, saat Tim Gabungan Polri dan TNI menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus penembakan terhadap almarhum Pendeta Yeremiah, almarhum Pratu Dwi Akbar dan almahrum Serka Sahlan di Distrik Hitadipa, sempat terjadi bentrokan antara aparat dengan KKB. Awi menyampaikan, jika sudah menerima hasil olah TKP dari tim gabungan tersebut akan merilisnya.

"Di sana sudah ada tim gabungan TNI-Polri yang kita sama-sama tunggu nanti tentunya hasilnya dari tim gabungan akan merilis," ucap Awi.

Sementara itu, dalam laporan TGPF Intan Jaya menemukan dugaan keterlibatan aparat keamaman dalam peristiwa terbunuhnya Pendeta Yeremia Zanambani. Itu didapatkan dari informasi dan fakta-fakta yang didapatkan tim investigasi lapangan dalam kurang lebih dua pekan terakhir.

"Mengenai terbunuhnya Pendeta Yeremia Zanambani pada tanggal 19 September 2020, informasi dan fakta-fakta yang didapatkan tim di lapangan menunjukkan dugaan keterlibatan oknum aparat," ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA