Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Dokternya Schumacher Jajal Stem Cell untuk Atasi Covid-19

Rabu 21 Oct 2020 15:47 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda

Juara F1 tujuh kali Michael Schumacher mendapatkan perawatan stem cell untuk mengatasi cedera otak sejak kecelakaan pada 2013.

Juara F1 tujuh kali Michael Schumacher mendapatkan perawatan stem cell untuk mengatasi cedera otak sejak kecelakaan pada 2013.

Foto: Aipchart Weerawong/AP
Stem cell diharapkan dapat bantu pulihkan peradangan hebat pasien Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Philippe Menasché tengah menjajal kemahirannya di bidang sains untuk membantu melawan virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) yang menyebabkan penyakit Covid-19. Dia terkenal sebagai dokter yang menggunakan metode perawatan sel punca perintis untuk membantu pemulihan pembalap mobil Michael Schumacher.

Menasché mengatakan, pengobatan sel punca sedang dikembangkan untuk membantu mengobati pneumonia dan peradangan akibat infeksi virus corona. Sedikit yang diketahui tentang operasi sel punca yang dilakukan pada Schumacher, tetapi ia diyakini telah menerima transfusi sel punca pengurang peradangan.

Sains yang dilakukan Menasché saat ini digunakan untuk membantu memerangi Covid-19. Ia meyakini langkah tersebut sangat aman.

Menasché diduga telah mencangkokkan sel-sel sehat ke jantung pasien Covid-19 untuk membantu pemulihan. Menasché menjelaskan bahwa Covid-19 menyebabkan respons peradangan hebat yang dapat menyebabkan kematian.

"Sel-sel yang dicangkokkan memiliki jaringan kuat dan mengurangi respons peradangan ini," ujar Menasché dilansir The Sun, Rabu (21/10).

Menasché mengatakan, dalam sebuah penelitian yang telah dilakukan pada sekitar 2.000 pasien dengan penyakit berbeda, stem cell tidak menimbulkan efek samping. Merujuk pada Schumacher yang menderita cedera otak yang mengerikan pada 2013, ia menjelaskan bahwa sel punca yang punya kemampuan membantu perlindungan jaringan dapat menyelamatkan sel-sel yang rusak, yang disebabkan oleh cedera otak.

Kondisi Schumacher tidak diketahui publik. Akan tetapi, setelah prosedur sel punca pada Oktober 2019, seorang perawat mengatakan kepada surat kabar Prancis Le Parisien bahwa ia dalam kondisi sadar.

Media tersebut juga mengatakan, Schumacher telah dirawat setidaknya dua kali sebelumnya di rumah sakit Georges-Pompidou di Paris. Hanya saja, setiap kali diopname, ia menggunakan nama palsu dan dirawat oleh tim medis kecil.

Kesehatan Schumacher diselimuti kerahasiaan sejak cedera otak yang hampir fatal yang dideritanya pada 2013. Juara F1 tujuh kali itu menderita cedera kepala parah saat liburan ski keluarga di Pegunungan Alpen Prancis dan tidak pernah terlihat di depan umum sejak itu.

Schumacher sedang bermain ski dengan putranya Mick ketika jatuh dan kepalanya retak di atas batu besar di Combe de Saulire di atas Méribel. Cedera parah membuatnya dalam kondisi koma hingga 2014, lumpuh, dan tidak dapat berbicara. Ia telah menjalani perawatan intensif sejak itu.

Pada bulan lalu, Bernie Ecclestone mengatakan, kondisi Schumacher menjadi lebih baik. Ia juga menyebut bahwa pembalap itu kini bisa menjawab semua pertanyaan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA