Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Tanpa Eksplorasi, Cadangan Migas Indonesia Tinggal 9 Tahun

Rabu 21 Oct 2020 13:00 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

Ladang pengeboran migas (ilustrasi)

Ladang pengeboran migas (ilustrasi)

Foto: AP PHOTO
Kebutuhan migas dalam negeri mencapai 1,5 juta barel per hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri ESDM, Arifin Tasrif mengatakan saat ini produksi migas indonesia baru mencapai 700-an ribu barel per hari. Padahal kebutuhan dalam negeri mencapai 1,5 juta barel per hari. Sayangnya, cadangan juga makin menipis.

Arifin mengatakan sebenarnya masih banyak potensi sumber migas di Indonesia. Sayangnya, sumber tersebut belum terbukti dan hal tersebut perlu dikonversi menjadi cadangan. Untuk bisa melakukan hal tersebut maka perlu adanya eksplorasi.

"Sumber energi nasional khususnya di Migas sebenarnya masih cukup banyak. Namun belum sepenuhnya dikonversi ke cadangan. Jika tidak ada eksplorasi maka cadangan migas kita akan habis dalam waktu 9 tahun kedepan," ujar Arifin dalam diskusi virtual, Rabu (21/10).

Arifin menjelaskan saat ini sumber minyak masih terdata ada 3,77 miliar barel. Sedangkan untuk gas masih ada 77,3 TCF. Sayangnya, dua potensi ini akan menjadi kertas kosong apabila pemerintah tidak giat melakukan eksplorasi.

Ia tak menampik untuk bisa meningkatkan cadangan ini pemerintah tidak bisa mengandalkan hanya Pertamina. Ia merasa perlu mendatangkan eksplorasi untuk bisa melakukan eksplorasi.

"Maka kami di pemerintah berusaha untuk meningkatkan investasi sehingga ketersediaan energi di masa mendatang bisa terjamin," ujar Arifin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA