Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Persaingan Internal-Eksternal Duduki Dirut Baru Bank Mandiri

Rabu 21 Oct 2020 11:37 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan menyelenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada hari ini, Rabu (21/10).

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan menyelenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada hari ini, Rabu (21/10).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Terdapat beberapa nama kandidat penerus Royke untuk menakhodai Bank Mandiri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan menyelenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada hari ini, Rabu (21/10). Adapun agenda pada RUPSLB adalah perubahan susunan perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), RUPSLB diselenggarakan sehubungan penetapan direktur utama baru Bank Mandiri untuk menggantikan Royke Tumillar yang telah ditunjuk untuk memimpin PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Informasi yang beredar, terdapat beberapa nama kandidat penerus Royke untuk menakhodai Bank Mandiri. Dari internal Bank Mandiri ada sejumlah nama yakni Direktur Treasury, International Banking, and Special Asset Management Darmawan Junaidi; Wakil Direktur Utama dan juga Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Hery Gunardi; serta Direktur Manajemen Risiko Ahmad Siddik Badruddin.

Baca Juga

Sedangkan dari luar Bank Mandiri muncul nama Pahala Nugraha Mansury yang saat ini menjabat direktur utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kemudian nama Sigit Prastowo mantan direktur BNI disebut juga sebagai calon direktur utama Bank Mandiri.

Pada semester I 2020, Bank Mandiri mencatatkan laba bersih Rp 10,29 triliun atau turun 23,93 persen secara year on year (yoy). Sedangkan penyaluran kredit tumbuh 4,38 persen (yoy) mencapai Rp 871,7 triliun dibandingkan semester satu 2019 sebesar Rp 835,1 triliun. Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi sebesar 15,82 persen (yoy) menjadi Rp 976,6 triliun, komposisi dana murah tumbuh 61,9 persen.

Menurut Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah Redjalam menilai pemerintah beserta jajaran pemegang saham mengutamakan faktor efisiensi dan pengalaman saat memilih direktur utama.

“Posisi direktur utama Bank Mandiri layak dipercayakan kepada bankir berpengalaman internal perseroan. Bisa saja wakil direktur utama Bank Mandiri yang sekarang menjadi pelaksana tugas ditetapkan sebagai direktur utama tanpa harus menambah personel baru,” ucapnya.

Namun ketika nama-nama itu dikonfirmasi, Kementerian BUMN tidak memberi jawaban. Siapa dirut Mandiri, tapi bisa jadi juga nama nama itu berubah dalam RUPSLB pada Rabu 21 Oktober 2020.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA