Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

BMKG Aceh: Cuaca Ekstrem Berpeluang Timbulkan Belokan Angin

Rabu 21 Oct 2020 02:55 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Ruang pengawasan BMKG (ilustrasi)

Ruang pengawasan BMKG (ilustrasi)

Foto: Antara Foto
Cuaca ekstrem berpeluang akibat Sirkulasi Eddy dan shear line di Provinsi Aceh.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh menyatakan cuaca ekstrem berpeluang akibat Sirkulasi Eddy dan shear line atau belokan angin di Provinsi Aceh.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Aceh, Zakaria Ahmad di Banda Aceh, Selasa, mengatakan karena adanya daerah shear line mengakibatkan cuaca ekstrem semakin berpeluang terjadi.

"Posisi Sirkulasi Eddy ini berada di sebelah barat Pulau Sumatera. Juga terdapat daerah shear line yang dapat meningkatkan potensi pembentukan awan-awan konvektif," ujarnya.

Kedua fenomena alam di lapisan atmosfer tersebut telah menyebabkan perlambatan massa udara, khususnya di provinsi paling barat Indonesia ini.

Lalu dampak ditimbulkan terjadinya penumpukan massa udara, dan ditambah lagi dengan kelembapan udara yang tinggi di bagian lapisan atas, makan mendukung pertumbuhan awan-awan hujan.

"Ini mengakibatkan fenomena cuaca ekstrim, seperti hujan lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang baik pada siang, sore hingga malam hari," katanya.

Sejumlah wilayah di Aceh, hari ini berpotensi turun hujan, seperti Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara,.

Sedangkan pada Rabu (21/10), hujan berpeluang turun di wilayah Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara.

Akibat kedua fenomena alam ini juga menyebabkan gelombang tinggi mencapai 4 meter berpotensi terjadi di wilayah perairan Aceh dalam beberapa hari ke depan.

"Gelombang tinggi capai 4 meter lebih berpotensi di perairan utara Sabang, Samudra Hindia barat Aceh, dan sekitarnya. Kita imbau pengguna jasa transportasi laut, dan nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan," tutur Zakaria.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA