Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Trump Keberatan Ada Tombol Mute di Debat Terakhir

Rabu 21 Oct 2020 00:20 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Reiny Dwinanda

 Capres petahana Amerika Serikat ( AS) Donald Trump dan penantangnya Joe Biden memulai debat pertama pemilihan umum AS yang digelar di Case Western Reserve University, Cleveland, AS, Rabu (30/9) WIB.

Capres petahana Amerika Serikat ( AS) Donald Trump dan penantangnya Joe Biden memulai debat pertama pemilihan umum AS yang digelar di Case Western Reserve University, Cleveland, AS, Rabu (30/9) WIB.

Foto: AP/Morry Gash/AP Pool
Debat September menjadi kacau karena Trump terus menginterupsi Biden dan moderator.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Tim kampanye petahana Donald Trump telah menyuarakan keberatan atas perubahan penyelenggara debat terakhir pilpres AS. Pada Senin (19/10), penyelenggara debat mengumumkan tombol mute akan diaktifkan agar setiap kandidat dapat berbicara dengan leluasa tanpa ada interupsi dari pesaingnya.

Dalam debat bulan lalu, Trump berulang kali melanggar aturan yang disepakati dengan menyela saat penantangnya dari Partai Demokrat Joe Biden dan moderator tengah berbicara. Meski keberatan dengan adanya tombol diam tersebut, kandidat dari Partai Republik tersebut masih akan ambil bagian sebagai kesempatan terakhirnya untuk meyakinkan pemilih sebelum pemungutan suara berakhir pada 3 November nanti.

Komisi Kepresidenan untuk Debat mengatakan, mikrofon Trump pada debat di Nashville, Tennessee akan dimatikan saat Biden menyampaikan pidato pembukaan selama dua menit dan demikian pula sebaliknya. Dengan begitu, tiap kandidat dapat mengemukakan idenya tanpa ada gangguan dari pihak pesaing.

Dua menit pertama itu merupakan bagian dari segmen debat 15 menit untuk tiap capres. Nantinya, pada saat segmen diskusi terbuka, semua mikrofon akan dihidupkan.

"Presiden Trump berkomitmen untuk memperdebatkan Joe Biden terlepas dari perubahan aturan mendadak dari komisi yang bias dalam upaya terbaru mereka untuk memberikan keuntungan kepada kandidat favoritnya," kata manajer kampanye Trump, Bill Stepien.

Kampanye Biden tidak segera menanggapi permintaan komentar. Lebih dari 30 juta orang Amerika telah memberikan suara mereka, membatasi peluang Trump untuk membuat kesan dia tidak tertinggal seperti yang disebut jajak pendapat.

Pada 29 September, Trump berulang kali menyela Biden dalam debat yang kacau dan sengit. Pada satu momen, Biden sampai membentak, "Diam, dong!".

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA