Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Di Pengajian Muhammadiyah, Pakar Jelaskan Sumpah Pemuda

Selasa 20 Oct 2020 23:42 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Pakar sejarah menyampaikan penjelasan Sumpah Pemuda. Logo Muhammadiyah.

Pakar sejarah menyampaikan penjelasan Sumpah Pemuda. Logo Muhammadiyah.

Foto: Antara
Pakar sejarah menyampaikan penjelasan Sumpah Pemuda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. 

Pada saat itu, pada pemuda berikrar bertumpah darah yang satu tanah Indonesia, berbangsa yang satu bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.

Pakar sejarah Indonesia, Muhammad Yuanda Zara, mengatakan ada tiga konsep yang sedang dibicarakan para pemuda pada Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta), yaitu tanah air, kebangsaan, dan kebahasaan.

Baca Juga

Dia mengatakan, Sumpah Pemuda menjadi momentum penting bagi para pemuda Indonesia. Karena, menurut dia, para pemuda kala itui telah menunjukkan adanya kesadaran kebangsaan di antara para pemuda yang melintasi batas-batas keagamaan, kebudayaan, lokalitas, dan sebagainya.

“Sumpah pemuda ini merupakan satu momen penting bagi para pemuda Indoensia di masa ketika mereka baru muncul sebagai sebuah kekuatan intelektual baru di awal abad ke-20,” ujar Yuanda belum lama ini, saat menjadi pembicara dalam Pengajian Umum PP Muhammadiyah bertema "Sumpah Pemuda dan Wawasan Kebangsaan Muhammadiyah”.

Dosen Ilmu sejarah Fakultas Ilmu sosial Universitas Negeri Yogyakarta ini menjelaskan, dalam Kongres Pemuda Kedua tersebut para pemuda dari berbagai latar belakang telah membicarakan tentang persatuan dari bangsa Indonesia, seperti Jong Islamieten Bond (JIB), Jong sumatranen Bond, dan perhimpunan pemuda lainnya.  

“Mereka berbicara tentang persatuan dari bangsa Indonesia. Nah, kita harus paham konteksnya pada masa itu kolonialisme Belanda sedang kuat-kuatnya di Hindia-Belanda,” ucap pria yang biasa dipanggil dengan Uda Yuanda ini.

Namun, menurut dia, melalui Sumpah Pemuda tersebut para pemuda Indonesia telah mampu menyampaikan pesan yang sangat kuat kepada pemerintah kolonial bahwa kalangan pribumi yang selama beberapa dekade tertindas, juga bisa berorganisasi dan memunculkan ide tentang persatuan.

“Di sumpah pemuda inilah ada usaha untuk mencari persamaan, alih-alih perbedaan yang ada di antara mereka, dan menujukkan adanya ikrar tentang tanah air, kebangsaan dan bahasa,” kata Uda Yuanda.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA