Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Lampard Pernah Anggap Sebelah Mata Pulisic

Selasa 20 Oct 2020 18:57 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Israr Itah

Christian Pulisic

Christian Pulisic

Foto: AP/Phil Noble/Pool Reuters
Pulisic bergabung dengan Chelsea pada Januari 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manajer RB Salzburg Jesse Marsch mengungkapkan pelatih Chelsea Frank Lampard pernah meremehkan Christian Pulisic karena dia orang Amerika. Dalam obrolannya dengan Lampard, Marsch diberi tahu pelatih Chelsea itu bahwa dia tidak yakin Pulisic secara taktis siap untuk Liga Primer Inggris.

Pulisic bergabung dengan Chelsea pada Januari 2019, hanya beberapa bulan sebelum Lampard ditunjuk sebagai pengganti manajer Maurizio Sarri. Pemain sayap itu memulai dengan awal yang lambat di Stamford Bridge, tetapi pada akhir musim, ia menjadi bagian penting dari unit serangan Lampard.

Manajer asal Amerika itu mengatakan, persepsi awal Lampard hanyalah contoh lain dari para pelatih yang meremehkan kemampuan taktis pemain Amerika. sebagian besar pemain tim nasional pria AS digambarkan lebih unggul dalam bekerja keras daripada pemahaman taktis.

Baca Juga

"Persepsi di Eropa, sebagian besar, adalah pemain Amerika itu ingin berlari, mau bertarung, memiliki mentalitas yang baik. Nsecara teknis mereka tidak terlalu berbakat dan secara taktis mereka tidak terlalu paham, serta pengalaman mereka tidak terlalu besar," kata Marsch dikutip dari Goal, Selasa (20/10).

Marsch mengatakan, musim lalu Lampard menilai Pulisic masih harus banyak belajar. Ia pun menjelaskan panjang lebar kepada Lampard bahwa Pulisic besar bersama Borussia Dortmund, klub yang dikenal dengan punya level permainan taktis tinggi di Jerman. Pulisic juga disandingkan dengan nama-nama pemain muda berbakat seperti Timo Werner, Kai Havertz, dan Joshua Kimmich.

"Dia berada satu grup dengan para pemain-pemain itu. Itu bukan hanya karena dia dulu berbakat, tetapi karena dia memahami taktik dan cara menyesuaikan diri dalam permainan. Dia mengembangkan cara bermain yang sangat cerdik," katanya.

Marsch sadar pemikiran Lampard dibentuk oleh fakta Pulisic orang Amerika. Padahal pendidikan sepak bola Pulisic lebih banyak dihabiskan di Jerman.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA