Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Menpora Buka Uji Publik Grand Design Pembinaan Olah Raga

Selasa 20 Oct 2020 17:48 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Gita Amanda

Menpora Zainudin Amali menekankan pembinaan prestasi olah raga Indonesia wajib diatur dan tidak boleh terbentuk dengan instan.

Menpora Zainudin Amali menekankan pembinaan prestasi olah raga Indonesia wajib diatur dan tidak boleh terbentuk dengan instan.

Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Menpora menekankan pembinaan prestasi olah raga Indonesia wajib diatur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pemuda dan Olah raga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait perbaikan ekosistem keolahragaan nasional. Menpora RI, Zainudin Amali secara virtual membuka acara Uji Publik Penyusunan Grand Design Keolahragaan di Jakarta, Senin (19/10).

Pada pembukaan tersebut, Menpora RI menekankan pembinaan prestasi olah raga Indonesia wajib diatur dan tidak boleh terbentuk dengan instan. "Intinya adalah prestasi itu harus didesain, kita harus membuat pabrik prestasi tidak bisa dengan ketemu untuk dibina, setelah itu tidak ada pelapis-pelapis yang berada di bawahnya. Untuk itu harus didesain tidak boleh by accident," kata Menpora dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Senin (19/10).

"Ekosistem keolahragaan kita juga harus di-review sesuai arahan Bapak Presiden kepada Kemenpora RI, KONI dan NOC ketika memberi arahan pada peringatan Haornas ke-37 tahun 2020," ujarnya.

Zainudin mengatakan, jika keolahragaan tidak ditinjau secara berkala, maka pemerintah tidak akan tahu apa saja program yang sudah dijalankan bersama induk olahraga.

Grand Design Keolahragaan Nasional memiliki sasaran jangka menengah dan jangka panjang mulai tahun 2020 hingga tahun 2045, dengan melakukan revitalisasi di berbagai jenjang pembinaan dengan dukungan sport science agar pembinaan bisa lebih terukur.

Kemenpora RI menetapkan program prioritas dari tahun 2020 hingga 2024. Dua program prioritas ini adalah pembudayaan olah raga dan pembinaan prestasi.

"Dua program ini yang kita design supaya prestasi kita seperti yang diharapkan. Pemasalan dan pemasyarakatan olah raga untuk hidup lebih sehat dan bugar dikalangan masyarakat menjadi awal dari pembinaan prestasi kita. Tanpa itu jangan harap ada talenta muncul untuk didorong menjadi atlet berprestasi yang membanggakan daerah maupun negara," ujarnya menambahkan.

Zainudin juga menekankan prestasi harus dibina sejak usia dini, sejak SD untuk itulah Kemenpora mencetuskan gagasan untuk menyusun grand design keolahragaan. Grand design itu saat ini dalam tahap finalisasi dan uji publik bersama para stakeholders olaraga di Bandung, Jawa Barat dan sebelumnya di beberapa tempat lain.

"Semoga kegiatan ini akan melahirkan rekomendasi untuk melengkapi apa yang sudah disiapkan semoga bisa lebih sempurna grand design kita ini. Kepada para stakeholder olah raga ini adalah tugas kita bersama mari kita sukseskan," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA