Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Bertemu Prabowo, Menhan Austria: Kami Berbicara Eurofighter

Selasa 20 Oct 2020 17:19 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Menhan Austria Klaudia Tanner Menhan RI Letjen (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo di Rossauer Kaserne, markas Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Austria, Kota Wina pada Selasa (20/10).

Menhan Austria Klaudia Tanner Menhan RI Letjen (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo di Rossauer Kaserne, markas Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Austria, Kota Wina pada Selasa (20/10).

Foto: Bundesheer/Carina Karlovits
Di Wina, Prabowo bersama Dubes Darmansjah Djumala dan anggota Komisi I DPR Sugiono.

REPUBLIKA.CO.ID, WINA -- Menteri Pertahanan (Menhan) Austria Klaudia Tanner telah menggelar pertemuan dengan Menhan RI Letjen (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo di Rossauer Kaserne, markas Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Austria, Kota Wina pada Selasa (20/10) waktu setempat. Prabowo datang didampingi Dubes RI untuk Austria Darmansjah Djumala dan anggota Komisi I dari Fraksi Gerindra DPR Sugiono. Semua yang hadir terlihat memakai masker.

Dikutip dari APA-OTS dan OE24, setelah resepsi resmi dengan penghormatan militer, kedua menteri bertemu dengan penasihat mereka di kantor Kemenhan untuk berdiskusi. Tanner menganggap, Indonesia adalah mitra ekonomi yang kuat bagi Austria. Dia mengakui, pertemuan dengan Prabowo membahas soal penjualan jet Eurofighter Typhoon Tranche 1.

"Hari ini saya bisa berbicara dengan rekan Indonesia saya untuk pertama kalinya. Kami juga berbicara tentang minat yang telah diungkapkan untuk membeli Eurofighter kami. Ini titik awal diskusi pertama di tingkat teknis,” kata Tanner.

Sebelumnya, Prabowo mengirimkan surat tertulis kepada Tanner dengan logo Kemenhan RI No 214/M/X/2020 tertanggal 8 Oktober 2020. Surat tersebut merupakan balasan dari Prabowo kepada Tanner terkait dengan rencana pembelian jet milik Austria yang sudah tidak digunakan dengan alasan biaya operasional mahal. Itu merupakan surat kedua Prabowo kepada Tanner, yang kemudian dibalas oleh menteri dari Partai Rakyat Austria tersebut. Setelah mendapatkan lampu hijau, Prabowo akhirnya menemui Tanner.

Deutsche Welle pada 2017, menurunkan laporan, Menhan Austria kala itu Hans Peter Doskozil, mengeklaim pembelian 15 jet tempur dari Airbus seharga 2 miliar euro atau sekitar Rp 33,6 triliun pada 2003 tersebut merugikan negara. Kerugian yang dialami Austria diperkirakan mencapai 1,1 miliar euro, karena membeli pesawat dengan harga lebih mahal dari pasaran.

Beberapa politikus disebut menerima imbalan atas pembelian Typhoon. Austria pun terbelit kasus dengan konsorsium Eurofighter yang terdiri perusahaan dari Prancis, Inggris, dan Italia. Kemenhan Austria pun pada 2017, menyampaikan, rencana untuk mengandangkan Typoon pada 2020, dengan alasan biaya perawatan dan operasional tinggi.

Alhasil muncul kabar pemerintah ingin melego pesawat dengan mesin Tranche 1 tersebut ke negara yang memerlukan. gayung bersambut dengan Prabowo yang ingin membelinya untuk memperkuat armada TNI AU.

sumber : APA-OTS/OE24
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA